Stok Beras RI Cetak Rekor 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Stok Beras RI Cetak Rekor 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Ekonomi | okezone | Senin, 30 Maret 2026 - 18:42
share

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog pada Maret 2026 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Menurutnya, jumlah stok nasional telah mencapai 4,3 juta ton, melampaui capaian tertinggi sebelumnya sebesar 4,2 juta ton pada tahun lalu. Angka ini juga disebut akan terus bertambah seiring waktu.

"Sektor pangan, alhamdulillah, hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton. Tidak pernah terjadi. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton. Hari ini 4,3 juta ton. Bulan depan bisa mencapai 5 juta ton," ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan stok beras membuat pemerintah harus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang tambahan. Dari kapasitas gudang tetap sebesar 3 juta ton, pemerintah kini menambah 2 juta ton kapasitas sewa untuk menampung hasil serapan produksi beras domestik.

Secara tahunan, stok CBP pada Maret 2026 melonjak 274,9 dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang saat itu berada di level 1,1 juta ton. Kenaikan juga tercatat sebesar 87,3 dibandingkan Maret 2025 yang mencapai sekitar 2,3 juta ton.

Kenaikan stok tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penyerapan beras produksi dalam negeri. Pada Maret 2024, realisasi pengadaan beras domestik tercatat sekitar 24,6 ribu ton, sedangkan pada Maret 2025 meningkat menjadi 610,2 ribu ton.

Menurut Amran, kuatnya cadangan beras pemerintah turut berkontribusi terhadap stabilitas harga pangan, khususnya selama bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa beras kini tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi seperti yang sering terjadi dalam satu hingga dua dekade terakhir.

"Alhamdulillah, pada bulan suci Ramadan, harga beras bukan menjadi penyumbang inflasi. Padahal dalam 10 hingga 20 tahun terakhir, biasanya beras menjadi penyumbang inflasi terbesar," ujar Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

 

Diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi beras secara bulanan hingga Februari 2026 berada di level 0,43. Angka ini lebih rendah dibandingkan puncak inflasi beras tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Inflasi beras tertinggi pada 2022 terjadi pada Desember sebesar 2,30. Sementara pada 2023, inflasi tertinggi terjadi pada September sebesar 5,61. Adapun pada 2024 dan 2025 masing-masing tercatat sebesar 5,28 pada Februari 2024 dan 1,35 pada Juli 2025.

Secara historis, inflasi beras bulanan tidak pernah melampaui 2 sejak Juni 2024. Hal ini menunjukkan harga beras, mulai dari produsen hingga konsumen, relatif terkendali dalam hampir dua tahun terakhir.

Topik Menarik