Pendapatan INPP Naik 32,9 Persen di 2025, Segmen Hotel Jadi Kontributor Terbesar

Pendapatan INPP Naik 32,9 Persen di 2025, Segmen Hotel Jadi Kontributor Terbesar

Ekonomi | idxchannel | Senin, 23 Maret 2026 - 15:04
share

IDXChannel – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Perusahaan properti yang bergerak di sektor perhotelan, komersial, dan penjualan properti ini membukukan pendapatan neto sebesar Rp1,74 triliun, tumbuh 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh berlanjutnya proses serah terima (handover) apartemen Antasari Place, kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada pertengahan 2025, serta peluncuran Citadines pada September 2025. Kehadiran proyek-proyek tersebut diharapkan semakin memperkuat pendapatan berulang (recurring income) Perseroan ke depan.

Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia Anthony P. Susilo mengatakan, dengan posisi kas yang kuat dan struktur permodalan yang konservatif, Perseroan berada dalam posisi yang solid untuk melanjutkan ekspansi.

“Dengan cadangan kas yang kuat, Net DER yang rendah di 0,21x, serta basis recurring income yang solid, kami siap tumbuh secara konservatif di tengah berbagai tantangan. Ke depan, Perseroan akan terus mengakselerasi pengembangan proyek-proyek ikonik untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anthony.

Adapun capaian ini juga menandai konsistensi pertumbuhan pendapatan INPP dalam lima tahun terakhir, mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga kinerja di tengah berbagai dinamika ekonomi.

Dari sisi likuiditas, Paradise Indonesia mencatat peningkatan signifikan pada posisi kas dan setara kas. Hingga 31 Desember 2025, kas Perseroan melonjak 113,3 persen menjadi Rp771,39 miliar.

Peningkatan likuiditas tersebut didukung oleh sejumlah langkah strategis, termasuk penerbitan obligasi senilai Rp500 miliar serta arus kas masuk dari kehadiran mitra strategis pada salah satu aset Perseroan.

Langkah ini mencerminkan fokus INPP dalam mengoptimalkan struktur permodalan sekaligus memperkuat likuiditas untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan. Struktur permodalan Perseroan juga tetap terjaga sehat dengan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang rendah di level 0,21 kali.

Berdasarkan komposisi pendapatan, segmen perhotelan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 36 persen dari total pendapatan. Segmen komersial menyumbang 34 persen, sementara penjualan properti memberikan kontribusi sebesar 30 persen.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik