40 Aset Kilang Rusak di Timur Tengah, IEA Wanti-wanti Krisis Energi Global

40 Aset Kilang Rusak di Timur Tengah, IEA Wanti-wanti Krisis Energi Global

Ekonomi | idxchannel | Senin, 23 Maret 2026 - 12:24
share

IDXChannel - Memanasnya konflik di Timur Tengah menyebabkan 40 aset energi di sembilan negara rusak parah.

Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol menyebut, kerusakan yang meliputi ladang minyak, kilang, hingga jaringan pipa tersebut akan memicu gangguan besar terhadap rantai pasok energi global. 

Menurut Birol, skala gangguan saat ini setara dengan gabungan dua krisis minyak besar pada 1970-an dan krisis gas alam 2022 yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina.

“Tidak hanya minyak dan gas, tetapi juga komoditas penting seperti petrokimia, pupuk, sulfur, hingga helium ikut terdampak. Gangguan ini akan membawa konsekuensi serius bagi perekonomian global,” ujarnya melansir Bloomberg, Senin (23/3/2026).

Asia disebut menjadi kawasan yang paling terdampak karena tingginya ketergantungan terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah. Dalam konteks ini, Birol menyoroti kebijakan pembatasan ekspor bahan bakar oleh sejumlah negara, termasuk China, yang dinilai dapat memperburuk kondisi pasar global.

IEA sebelumnya telah mengumumkan pelepasan cadangan minyak darurat dalam jumlah besar untuk meredam lonjakan harga. 

Pada awal Maret, lembaga berbasis di Paris tersebut merilis sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategisnya guna menstabilkan pasar.

Selain itu, IEA juga mengusulkan langkah-langkah untuk menekan permintaan energi di negara-negara importir. Birol menegaskan, pelepasan cadangan tambahan masih memungkinkan dilakukan jika gangguan pasokan semakin memburuk dalam beberapa pekan ke depan.

Namun demikian, solusi utama untuk memulihkan stabilitas pasokan energi global tetap bergantung pada pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Selama jalur tersebut belum kembali normal, gangguan pasokan akan terus berlangsung,” kata Birol.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik