Harga Emas Turun seiring Kekhawatiran Inflasi Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Emas Turun seiring Kekhawatiran Inflasi Akibat Konflik Timur Tengah

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 17 Maret 2026 - 06:50
share

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (16/3/2026).

Kekhawatiran bahwa inflasi akibat konflik di Timur Tengah dapat membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama menekan harga logam mulia tersebut, meski dolar AS melemah dan permintaan aset safe haven masih bertahan.

Emas spot turun 0,30 persen menjadi USD5.006,19 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 19 Februari pada awal sesi.

Dolar AS terkoreksi dari puncak tertinggi dalam 10 bulan terakhir, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

“Dengan harga minyak yang lebih tinggi, inflasi juga meningkat. Jika inflasi benar-benar naik, bank sentral tidak akan semotivasi enam bulan lalu untuk memangkas suku bunga, dan itu menjadi sentimen negatif bagi harga emas,” kata Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn, seperti dikutip Reuters.

Dia menambahkan, “Namun, saya masih sangat bullish terhadap emas mengingat kondisi yang terjadi di seluruh dunia. Masih banyak dana yang berada di pinggir pasar menunggu masuk, dan saya masih mengantisipasi harga emas mencapai USD6.000 per ons.”

Emas, yang biasanya menjadi lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, cenderung berkinerja lebih lemah dalam lingkungan suku bunga tinggi karena biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih besar.

Harga minyak memang turun pada Senin, tetapi secara keseluruhan masih naik lebih dari 60 persen sepanjang tahun ini.

Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran kini memasuki pekan ketiga tanpa tanda-tanda akan segera berakhir, serta menyebabkan penutupan Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair dunia.

Pasar juga mencermati sejumlah agenda penting pekan ini, termasuk data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat, keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), pidato Ketua The Fed Jerome Powell, serta data klaim pengangguran mingguan AS.

The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan Selasa dan Rabu. Data sejak pertemuan terakhir menunjukkan sedikit perubahan pada prospek ekonomi.

Sementara bank sentral AS juga tengah bersiap memasuki masa transisi kepemimpinan baru dengan Kevin Warsh yang dinominasikan Presiden Donald Trump.

Di pasar logam lainnya, perak spot stagnan di USD80,52 per ons. Platinum spot menguat 3,9 persen menjadi USD2.103,42, sementara paladium naik 3,1 persen ke USD1.598,80 per ons. (Aldo Fernando)

Topik Menarik