PLN EPI Perkuat Koordinasi Pengadaan Batu Bara untuk Keandalan Pasokan Listrik
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat koordinasi pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme rapat penjadwalan bulanan yang melibatkan PLTU serta pemasok batu bara terkait.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, perusahaan berfungsi sebagai pelaksana kuasa pengadaan batu bara berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh PLN, PLN Indonesia Power (PLN IP), dan PLN Nusantara Power (PLN NP).
“PLN EPI berfungsi sebagai pelaksana pengadaan berdasarkan kuasa dari PLN, PLN IP, dan PLN NP untuk memenuhi kebutuhan yang telah dihitung dan ditetapkan oleh PLN, PLN IP, dan PLN NP sebagai pengelola PLTU terkait,” ujar Mamit dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).
Baca Juga:PLN EPI Kirim 6.700 Ton Cangkang Sawit ke PLTU Balikpapan
Dalam pelaksanaannya, jelas dia, PLN EPI memastikan koordinasi logistik pengadaan batu bara berjalan melalui mekanisme rapat bersama antara PLN, PLN IP, PLN NP, serta pemasok. Mamit mengatakan bahwa pengaturan tujuan pengiriman batubara dari tambang ke unit PLTU dilakukan melalui mekanisme rapat penjadwalan bulanan yang difasilitasi PLN EPI.Forum tersebut menentukan jadwal pengapalan, tujuan pengiriman, kuantitas pasokan batu bara serta sumber pasokan yang dibutuhkan oleh masing-masing pembangkit. “Mekanismenya mempertimbangkan kebutuhan pembangkit serta kesepakatan antara pemasok batu bara dan PLTU masing-masing,” paparnya.
Koordinasi pengadaan batu bara yang dijalankan PLN EPI, lanjut Mamit, merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian ESDM dan Ditjen Minerba telah menetapkan ketahanan energi sebagai prioritas strategis, sejalan dengan misi swasembada energi yang menjadi salah satu pilar utama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:PLN EPI Pastikan Konstruksi Proyek Pipa WNTS–Pemping Segera Dimulai
Keandalan rantai pasok batu bara untuk PLTU secara langsung menopang stabilitas sistem kelistrikan nasional, yang menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam kerangka tersebut, mekanisme koordinasi yang solid antara PLN EPI, pembangkit, pemasok batubara, dan regulator menjadi instrumen operasional penting dalam ekosistem energi primer nasional yang tangguh.
“Dengan mekanisme ini, koordinasi antara pembangkit, komitmen pemasok batu bara untuk memprioritaskan pasokan batu bara dalam negeri sebelum ekspor, serta regulator diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan energi primer bagi sistem kelistrikan nasional,” tuturnya.










