Konflik Timur Tengah Tekan Mata Uang, Jepang-Korsel Siap Intervensi Pasar Valas
IDXChannel - Jepang dan Korea Selatan menyatakan kekhawatiran atas penurunan tajam mata uang mereka dan menegaskan kesiapan untuk bertindak menghadapi volatilitas berlebihan di pasar valuta asing (valas).
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol menyampaikan kekhawatiran serius atas depresiasi tajam terbaru pada won Korea dan yen Jepang, demikian pernyataan bersama setelah pertemuan tahunan mereka di Tokyo.
Yen dan won melemah seiring meningkatnya ketegangan akibat perang AS–Israel versus Iran yang mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven. Kondisi tersebut juga menekan mata uang negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak.
"Selain itu, mereka menegaskan kembali akan memantau secara ketat pasar valuta asing dan terus mengambil tindakan yang tepat terhadap volatilitas berlebihan serta pergerakan nilai tukar yang tidak teratur," demikian bunyi pernyataan tersebut dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2026).
Cek Status BPJS Kesehatan PBI di Sini!
Yen menyentuh level terendah dalam 20 bulan pada Jumat dan kini berada di dekat level 160 per dolar AS, batas yang menurut banyak pelaku pasar berpotensi memicu intervensi pemerintah Jepang untuk mendukung mata uang tersebut.
Sementara itu, won Korea menembus level psikologis 1.500 per dolar AS bulan ini untuk pertama kalinya sejak Maret 2009.
“Pemerintah Jepang sepenuhnya siap merespons kapan saja, dengan mempertimbangkan dampak pergerakan mata uang terhadap kehidupan masyarakat di tengah lonjakan harga minyak. Saya yakin kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai hal tersebut,” ujar Katayama.
Katayama secara rutin menyatakan Jepang siap mengambil langkah terkait pergerakan yen, meskipun beberapa pembuat kebijakan secara pribadi menilai intervensi untuk menopang yen saat ini bisa menjadi sia-sia, karena permintaan dolar diperkirakan terus meningkat jika perang berlanjut.
(NIA DEVIYANA)










