Daftar Negara Terapkan WFH untuk Hemat BBM, Kebijakan Pandemi Kembali Diberlakukan

Daftar Negara Terapkan WFH untuk Hemat BBM, Kebijakan Pandemi Kembali Diberlakukan

Ekonomi | okezone | Minggu, 15 Maret 2026 - 06:10
share

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) dengan mendorong pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi dunia.

Sejumlah negara juga telah menerapkan kebijakan penghematan energi dan WFH untuk mengurangi mobilitas serta konsumsi bahan bakar.

Di Filipina, kebijakan penghematan BBM dilakukan dengan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sejumlah kantor pemerintah. Pemerintah juga membatasi perjalanan dinas serta berbagai aktivitas pemerintahan guna menekan penggunaan energi.

Prabowo menyinggung langkah yang dilakukan Pakistan sebagai contoh kebijakan penghematan yang cukup ketat. Pemerintah Pakistan menyiapkan langkah yang disebut “critical measures”.

Negara tersebut menerapkan kebijakan mirip saat pandemi Covid-19, di mana kantor pemerintah dan swasta memberlakukan WFH bagi sekitar 50 persen pegawainya. Selain itu, jam kerja dipersingkat menjadi empat hari dalam seminggu.

“Mereka bahkan mengurangi gaji anggota kabinet, anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah,” kata Prabowo, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, pemerintah Pakistan memangkas jatah BBM bagi seluruh kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan dinas tidak digunakan setiap hari. Pemerintah juga menghentikan sementara berbagai belanja negara, seperti pembelian pendingin ruangan (AC), kendaraan, dan mebel di lembaga pemerintahan.

 

“Kemudian mereka menghentikan semua belanja AC, kendaraan, dan mebel dari semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.

Langkah penghematan lainnya meliputi pengurangan kunjungan kerja, pembatasan penggunaan anggaran negara untuk kegiatan seremonial, serta penerapan pembelajaran daring di perguruan tinggi.

Meski demikian, Prabowo menegaskan berbagai kebijakan tersebut baru sebatas contoh yang bisa dipelajari pemerintah Indonesia sebelum memutuskan langkah yang akan diterapkan di dalam negeri.

“Saya kira kita harus mengupayakan penghematan. Saya percaya dalam 2–3 tahun kita akan sangat kuat, tapi kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian, kita berharap selalu menjaga agar defisit tidak bertambah. Bahkan cita-cita saya, jika bisa, kita tidak punya defisit,” ujarnya.

Topik Menarik