IHSG Turun 1 Persen di Awal Perdagangan, Sederet Saham Big Cap Jadi Beban
IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada Jumat (13/3/2026) pagi, melanjutkan tren penurunan dalam tiga hari berturut-turut, terbebani koreksi bursa global di tengah konflik Timur Tengah
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.24 WIB, IHSG turun tajam 0,83 persen ke level 7.300,79 usai sempat merosot 1,07 persen pada 09.17 WIB.
Sebanyak 457 saham turun, hanya 162 saham naik, dan 339 sisanya stagnan.
Dengan ini, IHSG turun 5,42 persen dalam sepekan dan terkoreksi signifikan 11,77 persen dalam sebulan terakhir.
Saham-saham konglomerasi big cap cenderung membebani indeks pagi ini.
Sebut saja, dari Grup Barito, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) minus 3,66 persen ke Rp1.185 per unit, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tergerus 2,44 persen, hingga PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 1,90 persen.
Saham Grup Merdeka PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga menjadi laggard, terkoreksi 2,84 persen, bersama saham tambang Grup Salim PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terdepresiasi 2,26 persen.
Sambut Imlek, MNC Sekuritas dan Ciptadana Asset Management Hadirkan Promo 'Pacu Hoki di Tahun Kuda'
Lebih lanjut, saham milik taipan Low Tuck Kwong PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tergelincir 2,07 persen bersama PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) 7,24 persen.
Saham bank besar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga ikut menekan IHSG, turun 1,81 persen.
Sementara, bursa saham Asia juga melemah pada perdagangan Jumat (13/3), tertekan lonjakan harga minyak di tengah kekhawatiran konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan energi dan membebani ekonomi global.
Menurut data pasar, Nikkei 225 Jepang kembali merosot 0,82 persen, sementara indeks yang lebih luas, Topix, melemah terkoreksi 0,10 persen.
Melansir dari Trading Economics, Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, memperingatkan bahwa pelemahan yen dapat memperbesar tekanan inflasi impor ketika harga minyak naik.
Kondisi ini berpotensi mendorong bank sentral Jepang mempercepat normalisasi kebijakan moneternya.
Shanghai Composite juga terdepresiasi 0,10 persen, Hang Seng Hong Kong minus 0,49 persen, dan KOSPI Korea Selatan jatuh 1,32 persen.
Berbeda, ASX 200 Australia menguat 0,24 persen dan STI Singapura naik 0,08 persen.
Di Amerika Serikat (AS), indeks Wall Street pada Kamis waktu setempat setelah serangan Iran terhadap dua kapal tanker minyak memicu lonjakan harga minyak mentah mendekati USD100 per barel.
Lonjakan ini memperburuk kekhawatiran inflasi dan mendorong investor meninggalkan pasar saham.
Ketiga indeks utama Wall Street turun lebih dari 1,5 persen dalam aksi jual luas.
Hampir seluruh sektor terkoreksi tajam, kecuali energi dan sebagian saham defensif. (Aldo Fernando)










