LPCK Tegaskan Program Hunian MBR Rp16 Triliun Pemerintah Tak Pakai Lahan Proyek Meikarta

LPCK Tegaskan Program Hunian MBR Rp16 Triliun Pemerintah Tak Pakai Lahan Proyek Meikarta

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 13 Maret 2026 - 08:50
share

IDXChannel - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menegaskan, lahan yang digunakan untuk program 3 juta rumah merupakan lahan yang sama sekali belum dikembangkan. Artinya, tidak termasuk dalam lokasi yang saat ini telah dibangun apartemen Meikarta.

"Lahan yang digunakan tersebut adalah bagian dari Kawasan Meikarta yang belum dikembangkan dan tidak termasuk dalam blok/lokasi yang saat ini telah dikembangkan/dibangun apartemen Meikarta," ujar Corporate Secretary LPCK Peter Adrian dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (13/3/2026).

Dia menegaskan, lahan yang dihibahkan tersebut tercatat sebagai aset LPCK dalam laporan keuangan konsolidasian dalam akun Persediaan dan Tanah untuk Pengembangan. Berdasarkan Laporan Keuangan perseroan yang telah diaudit untuk tahun buku 2025, nilai buku atas lahan tersebut tercatat kurang lebih sebesar Rp180 miliar.

Lebih lanjut, Peter menerangkan, program hunian MBR Danantara merupakan program pengembangan oleh pemerintah, dan sama sekali tidak berkaitan dengan proyek apartemen Meikarta.

"Tidak ada pengalihan fungsi dari proyek apartemen Meikarta," kata dia.

Dia juga menegaskan, perseroan tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban pembangunan dan serah terima unit kepada konsumen apartemen Meikarta sesuai dengan batas waktu sebagaimana telah ditentukan berdasarkan putusan homologasi.

"Sampai dengan surat ini disampaikan, manajemen perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau kejadian material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham perseroan," ujar Peter.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menggelontorkan dana tahap awal sekitar Rp14 hingga Rp16 triliun pada proyek mercusuar Prabowo program 3 juta rumah yang dibangun di atas lahan hibah milik Lippo Grup.

Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengatakan, hunian vertikal untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) akan dibangun sebanyak 140 ribu unit. Rencananya, tahap pertama akan dibangun 18 tower dengan 32 lantai di atas lahan seluas 12,8 hektare.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik