Ada 75 Persen CEO di Indonesia Berencana Diversifikasi, Ekspansi di Luar Bisnis Inti
IDXChannel—Hasil survei PricewaterhouseCoopers (PwC) menunjukkan ada 75 persen CEO di Indonesia merencanakan diversifikasi bisnis dengan ekspansi ke luar bisnis inti yang dijalankan perusahaannya.
Survei PwC’s 29th Global ini diikuti oleh 4.454 CEO di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan sikap para pimpinan yang makin berhati-hati, sekaligus keinginan untuk ekspansi di luar lini bisnis utamanya.
“Ada 53 persen CEO di seluruh dunia berencana diversifikasi dalam tiga tahun ke depan. Di Asia Pasifik, rencana ini disikapi lebih hati-hati, hanya 37 persen CEO berencana ekspansi ke sektor baru. Namun di Indonesia, 75 persen CEO berencana ekspansi,” tulis PwC dalam keterangan resminya, Selasa (10/3/2026).
Persentase rencana ekspansi di luar lini bisnis inti ini menunjukkan keinginan perusahaan untuk mencari sumber pertumbuhan baru di tengah situasi dan lingkungan yang kian kompleks.
PwC memperkirakan ekspansi di Indonesia akan terfokus pada sektor industri yang berkembang pesat dan bidangnya bersinggungan. Seperti teknologi (22 persen), listrik dan utilitas (17 persen), hotel dan rekreasi (16 persen), transportasi dan logistik (15 persen).
Menurut survei ini, para pimpinan yang telah melakukan ekspansi dan diversifikasi ke sektor baru dalam lima tahun terakhir mulai menuai hasil secara nyata. Indonesia lagi-lagi muncul sebagai negara dengan perusahaan yang paling aktif melakukan diversifikasi.
“Ada 56 persen CEO di Indonesia yang sudah ekspansi ke industri yang sebelumnya belum pernah digeluti. Ini naik 45 persen dari tahun sebelumnya,” sambung PwC.
PwC Asia Pacific Chairman Sri Nair mengatakan meskipun kawasan Asia Pasifik mendorong ekonomi global, ada beragam risiko yang membayangi kinerja korporasi jangka pendek. Mulai dari peningkatan tarif hingga kerentanan rantai pasokan.
“Risiko-risiko ini menyita perhatian manajemen atas, sehingga mereka mengalihkan fokus dari perubahan struktural yang lebih mendasar. Isu-isu jangka pendek juga masih mendominasi agenda para CEO,” kata dia.
Kembali pada rencana diversifikasi para CEO, sekalipun banyak yang merencanakan diversifikasi. Dalam 12 bulan mendatang, mayoritas di antaranya tidak berencana untuk berinvestasi di luar negeri dan lebih memilih berinvestasi secara domestik.
Ada 64 persen CEO di Indonesia dan 60 persen CEO di Asia Pasifik yang tidak berencana melakukan investasi internasional. Adapun di antara mereka yang berencana berinvestasi di luar negeri, negara yang diprioritaskan adalah Singapura, Malaysia, dan China.
Sedangkan para CEO di Asia Pasifik lebih berminat pada pasar Amerika Serikat, Vietnam, dan China. Lalu, dalam skala global dan di Indonesia, ada 41 persen CEO berpeluang untuk melakukan satu akuisisi besar dalam tiga tahun mendatang.
(Nadya Kurnia)










