Investor Djoni Terungkap Pegang 11 Saham, ANDI, ELTY, hingga VIVA

Investor Djoni Terungkap Pegang 11 Saham, ANDI, ELTY, hingga VIVA

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 6 Maret 2026 - 06:30
share

IDXChannel – Investor asal Jambi, Djoni, tercatat memiliki saham di sejumlah emiten Indonesia seiring daftar pemegang saham di atas 1 persen yang kini dibuka untuk publik.

Djoni memegang saham terbesar di PT Remala Abadi Tbk (DATA) sebanyak 75 juta saham atau 5,45 persen, diikuti PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) 525 juta saham (5,33 persen), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) 280 juta saham (5,27 persen).

Selanjutnya, kepemilikannya di PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) mencapai 210,2 juta saham (5,14 persen), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) 110 juta saham (5,10 persen), dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) 385 juta saham (5,09 persen).

Di urutan berikutnya, Djoni tercatat memiliki saham di PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) 70 juta saham (4,88 persen), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) 1,12 miliar saham (2,59 persen), PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) 68,3 juta saham (1,50 persen).

Nama-nama lainnya, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) 220,5 juta saham (1,34 persen) dan PT Andira Agro Tbk (ANDI) 103,3 juta saham (1,10 persen). (Lihat tabel di bawah ini.)

Sosok Djoni sendiri mulai menjadi sorotan pelaku pasar sejak awal 2025. Aksi akumulasi yang agresif membuat namanya cepat muncul sebagai pemegang saham di atas 5 persen di sejumlah emiten teknologi dan digital.

Djoni, yang sebelumnya dikenal misterius, ternyata bukan sosok anonim di dunia investasi. Ia adalah pengusaha asal Jambi yang cukup aktif di media sosial.

Di Instagram, pria paruh baya ini dikenal dengan nama Joni NGK. Belakangan, ia kerap membalas pertanyaan warganet seputar investasinya di berbagai emiten.

Meski strategi dan motif investasinya sering memicu rasa penasaran, Djoni menegaskan bahwa fokusnya tetap pada saham-saham dengan aksi korporasi menarik.

Lewat akun Instagram-nya, ia sering membagikan pandangan tentang saham berkapitalisasi kecil dan menjawab pertanyaan investor lain terkait strategi investasinya.

Langkah BEI-KSEI

Terbukanya data ini merupakan dampak dari kebijakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang resmi mempublikasikan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen kepada publik.

Kebijakan tersebut mengikuti Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026, yang menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Melalui ketentuan ini, data kepemilikan saham akan disediakan secara terstruktur dan dipublikasikan setiap bulan di situs resmi BEI.

BEI menekankan bahwa langkah ini bagian dari reformasi berkelanjutan untuk memperkuat transparansi dan tata kelola pasar modal nasional, sekaligus memberi gambaran lebih jelas mengenai struktur pemegang saham di emiten. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik