2,1 Juta Tiket Kereta Mudik Terjual, Intip Tanggal Keberangkatan yang Masih Tersedia
IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 2.118.756 tiket kereta api angkutan mudik terjual hingga Rabu (4/3). Dengan demikian, tingkat okupansi sementara mencapai 47,1 persen.
"Dari data penjualan per 4 Maret 2026 pukul 09.00 WIB menunjukkan tingkat okupansi sementara sebesar 47,1 peren. Masih tersedia sekitar 2,37 juta tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik," ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, Rabu (4/3/2026).
Anne merinci penjualan tiket itu terbagi antara layanan KA Jarak Jauh yang terjual mencapai 2.068.399 dari kapasitas 3.571.760 tempat duduk atau okupansi 57,9 persen. Sementara itu, KA Lokal mencatat penjualan 50.357 tiket dari kapasitas 926.936 tempat duduk (5,4 persen).
"Okupansi KA Lokal diproyeksikan meningkat seiring mendekatnya hari keberangkatan dengan pemesanan tiket mulai H-7," tambah dia.
Dalam catatan KAI, tambah Anne, relasi favorit keberangkatan angkutan mudik ini yakni Jakarta-Yogyakarta; Jakarta-Semarang; dan Jakarta-Surabaya. Anne tak merinci lebih jauh, namun demikian masih ada tempat duduk yang kosong untuk perjalanan relasi itu pada beberapa tanggal.
"Relasi favorit seperti Jakarta–Yogyakarta, Jakarta–Semarang, dan Jakarta–Surabaya tercatat mengalami peningkatan pemesanan. Meski demikian, pada sejumlah tanggal pilihan tempat duduk masih tersedia dalam jumlah yang cukup," kata Anne.
Beberapa tanggal dengan tingkat keterisian yang masih relatif rendah untuk KA Jarak Jauh antara lain:
- 1 April 2026 (H+10): 22.154 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (13,8 persen)
- 31 Maret 2026 (H+9): 33.785 tiket terjual dari 161.100 tempat duduk (21 persen)
- 30 Maret 2026 (H+8): 51.657 tiket terjual dari 163.432 tempat duduk (31,6 persen)
- 11 Maret 2026 (H-10): 40.846 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (25,6 persen)
- 12 Maret 2026 (H-9): 60.419 tiket terjual dari 159.404 tempat duduk (37,9 persen)
Anne Purba menyampaikan bahwa pola pemesanan tiket Lebaran cenderung meningkat secara bertahap dan diperkirakan mencapai puncaknya pada H-3 hingga H-1 sebelum Lebaran, serta kembali meningkat pada periode arus balik.
Anne menambahkan, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan sesuai kebutuhan.
(Febrina Ratna Iskana)










