Riset BRIN: Program MBG Diterima Baik, Namun Hadapi Tantangan Implementasi

Riset BRIN: Program MBG Diterima Baik, Namun Hadapi Tantangan Implementasi

Terkini | idxchannel | Rabu, 4 Maret 2026 - 23:20
share

IDXChannel - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan Riset dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian yang dilakukan di dua provinsi yakni Kepulauan Bangka Belitung dan Jawa Barat tersebut menunjukan bahwa program MBG diterima dengan baik.

Ketua Tim Peneliti Program MBG BRIN, Iwan Hermawan, menjelaskan hasil riset menunjukkan pelaksanaan Program MBG secara umum diterima dengan baik oleh penerima manfaat. Hal ini terlihat dari persepsi positif serta antusiasme siswa dalam menerima makanan MBG di sekolah.

Namun, berbagai kendala pada fase awal implementasinya juga menjadi sorotan tim peneliti dan publik secara umum. Sehingga, tim peneliti memberikan beberapa rekomendasi kebijakan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Indonesia.

''Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyempurnaan tata kelola dan pelaksanaan Program MBG agar berjalan secara efektif, efisien, akuntabel, dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan SDM Indonesia,'' ujar Iwan di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Adapun penelitian yang dilakukan di dua provinsi dengan karakteristik berbeda agar memperolah gambaran yang komprehensif, yakni Kepulauan Bangka Belitung yang mewakili wilayah kepulauan serta Jawa Barat sebagai wilayah dengan infrastruktur relatif lebih baik.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat (OR TKPEKM) BRIN, Agus Eko Nugroho, menegaskan pentingnya riset dalam memastikan kebijakan publik berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, Program MBG merupakan kebijakan strategis yang menyentuh langsung pembangunan SDM Indonesia, khususnya pada tataran makro dalam memperkuat sektor pangan, meningkatkan daya beli rumah tangga, dan memperluas aktivitas ekonomi daerah. Pada tataran mikro, program ini secara umum diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Riset ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola pelaksanaan MBG di daerah dan mengukur efektivitas MBG pada fase awal implementasinya pada 2025, sehingga dapat diberikan rekomendasi kebijakan berbasis riset guna mendukung perumusan dan penyempurnaan kebijakan terkait program MBG ke depannya.

“Karena itu, riset terkait program MBG juga tidak akan berhenti di sini. Riset dengan pendekatan multidisiplin akan terus dilaksanakan BRIN dengan mengemban semangat science for science, science for policy, dan science for society,” tutur Agus.

Penulis: Nasywa Salsabila

Editor: Febrina Ratna Iskana

Topik Menarik