BGN: Program MBG Sudah Ciptakan 1 Juta Lebih Lapangan Kerja

BGN: Program MBG Sudah Ciptakan 1 Juta Lebih Lapangan Kerja

Terkini | idxchannel | Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:14
share

IDXChannel - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka jutaan lapangan kerja dari aktivitas menyediakan layanan makanan berkualitas yang dilakukan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sonny menekankan program MBG bukan sekadar memastikan gizi anak Indonesia terpenuhi, tapi kini sudah menjadi tumpuan hidup banyak masyarakat. 

"Sekarang sudah ada 1.067.000 tenaga kerja yang bekerja di 22.900 SPPG yang sudah operasional. Jadi, hari ini sudah 24.320 SPPG yang terverifikasi, dan 100 persen itu semuanya adalah SPPG yang dibangun oleh elemen masyarakat Indonesia," kata Sony dalam diskusi "MBG Talks' yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (27/2/2026). 

Sony mengatakan efek ganda program MBG bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membuka ceruk ekonomi baru yang bisa berkorelasi pada perbaikan lingkungan. Minyak goreng bekas atau jelantah dari aktivasi dapur MBG disebutkan bakal memiliki nilai tambah. 

Dari data yang dipegang BGN, sedikitnya setiap SPPG dalam satu bulan menghasilkan 500 liter jelantah. Sisa minyak goreng ini tidak akan masuk ke parit-parit yang bakal mencemari lingkungan, tapi akan diolah menjadi barang bernilai ekonomi.

"Dengan adanya SPPG, orang mulai aware bahwa 500 liter per bulan dari satu SPPG, ini satu potensi ekonomi yang lain. Nah, ini membuka wawasan bagaimana meningkatkan perekonomian," kata dia. 

Program MBG, ujarnya, menjangkau 58,3 juta penerima manfaat per 19 Januari 2026. Sejak digulirkan pada 2025, MBG pada periode pertengahan Januari telah membentuk 21.102 SPPG.

Adapun realisasi anggaran MBG sebesar Rp36,6 triliun hingga 21 Februari 2026. Realisasi tersebut setara 10,9 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 untuk program tersebut yang sebesar Rp335 triliun. 

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik