Bos Kadin Kumpulkan Pengurus Provinsi, Bahas MBGnomics hingga Tarif AS

Bos Kadin Kumpulkan Pengurus Provinsi, Bahas MBGnomics hingga Tarif AS

Terkini | idxchannel | Sabtu, 28 Februari 2026 - 03:14
share

IDXChannel - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengingatkan ada banyak hal yang mesti diakselerasi oleh pengusaha, termasuk di level daerah untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif masing-masing wilayah.

Hal itu dia ungkapkan pada pertemuan dengan seluruh ketua umum Kadin level provinsi di kediamannya di Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).

"Target pekonomian kita harus terus tumbuh," kata Anindya.

Dari sisi domestik, Anindya menitikberatkan potensi ekonomi dari sederet program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Upaya memacu perekonomian, kata dia, mesti selaras dengan capaian investasi masuk dan seberapa besar lapangan kerja tercipta.

Seperti program MBG, menurutnya, perlu ada kajian mendalam yang masukannya datang dari jajaran Kadin dan mitra di masing-masing daerah. Program ini diharapkan konsisten dalam memberikan efek ganda ekonomi.

"Sehingga dalam waktu singkat, Kadin akan meluncurkan kajian MBGnomics. MBGnomics itu bagaimana MBG ini bisa membantu tentunya untuk generasi berikutnya 80 juta anak-anak dan ibu menyusui, tapi juga turunannya teman-teman daerah bisa menjadi pengusaha-pengusaha yang berhasil di bidang bahan bakunya, supply chain, ecosystem dan lain-lain," kata dia.

Seturut itu, Anin menegaskan kepada jajaran Kadin di daerah untuk memanfaatkan momentum penyesuaian tarif dagang dengan AS. 

Sejumlah industri bakal mendapat keuntungan dari kesepakatan tarif dagang, mulai dari industri tekstil, alas kaki, furnitur, hingga elektronik. Sehingga, katanya, industri dalam negeri mesti memperluas kapasitas produksinya, bahkan bisa melakukan diversifikasi produk.

"Bagaimana kita meningkatkan kapasitas produksi sehingga bisa menghasilkan ekspor dan devisa yang lebih. Jadi justru kita harus berpikir bukan hanya defensif dari sisi bertahan, tapi kalau sudah dibuka jalan (penyesuaian tarif), bagaimana (caranya agar) bisa ofensif," tuturnya. 

(NIA DEVIYANA)

Topik Menarik