AS Beri Hibah Rp41,96 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur Smart City di IKN

AS Beri Hibah Rp41,96 Miliar untuk Perkuat Infrastruktur Smart City di IKN

Terkini | idxchannel | Kamis, 26 Februari 2026 - 18:14
share

IDXChannel - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelontorkan dana hibah senilai USD2,49 juta atau setara Rp41,96 miliar (asumsi kurs Rp16.830). Dana tersebut untuk mendukung infrastruktur teknologi digital terutama dalam pembangunan Smart City di Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kucuran dana hibah dari US Trade and Development Agency (USTDA) ini tertuang dalam kesepakatan kedua belah negara yang diteken pada Selasa (25/02) di Kantor Otorita IKN.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan fondasi utama dalam pembangunan Nusantara. “Visi kami jelas: Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” ujar Basuki, dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Kerja sama ini digadang-gadang menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pada cetak biru Smart City IKN yang terintegrasi, siap investasi, dan implementatif guna mempercepat transformasi Nusantara sebagai kota cerdas, berkelanjutan, dan menarik bagi investor global.

Asistensi teknis ini bakal menghasilkan dokumen strategis dan teknis yang meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan. 

Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Anggota Dewan Frost dan Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, membeberkan visi jangka panjangnya mengenai pengembangan kota kognitif, yang juga bakal diimplementasikan di IKN. Menurutnya, Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City.

Dia menerangkan soal seiringnya transformasi industri pengetahuan global, maka kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik. 

"Nusantara berpotensi menjadi model rujukan global bagi paradigma perkotaan berbasis kecerdasan ini,” ujar Subhranshu.

Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk memastikan Nusantara tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dirancang dengan sistem digital yang matang, aman, dan berorientasi masa depan. 

"Cetak biru yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan implementasi Smart City yang konkret sekaligus model percontohan bagi pengembangan kota cerdas di Indonesia dan dunia," kata Basuki.

Dukungan hibah ini disebut-sebut mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi pembangunan IKN sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Adapun proyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri dari Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia (Partner Google Cloud Platform).

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik