IMF Dorong AS untuk Redam Gejolak Tarif
IDXChannel - Dana Moneter Internasional (IMF) meminta Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sama dengan negara lainnya untuk mengurangi pembatasan perdagangan.
Dilansir dari AFP pada Kamis (26/2/2026), kebijakan tarif AS yang kerap berubah telah mengganggu rantai pasokan dan pasar keuangan.
"AS harus bekerja secara konstruktif dengan mitranya untuk mengatasi kekhawatiran tentang praktik perdagangan yang tidak adil dan menyepakati pengurangan terkoordinasi dalam hal pembatasan perdagangan," kata IMF dalam laporannya.
"Jika langkah-langkah perdagangan dan investasi (termasuk tarif dan kontrol ekspor) diberlakukan karena alasan keamanan nasional, kebijakan tersebut harus diterapkan secara terbatas," katanya.
Dalam konferensi pers, Kepala IMF Kristalina Georgieva mengatakan bahwa laporan tersebut disiapkan sebelum Mahkamah Agung AS membatalkan banyak tarif pekan lalu.
Sejak putusan tersebut, Presiden Donald Trump menggunakan undang-undang yang berbeda untuk memberlakukan tarif global baru sebesar 10 persen. Angkanya berpotensi dinaikkan menjadi 15 persen.
Georgieva mencatat bahwa IMF berbagi kekhawatiran pemerintahan Trump tentang besarnya defisit perdagangan dan neraca transaksi berjalan AS. Ia menambahkan bahwa defisit neraca transaksi berjalan negara tersebut terlalu besar. (Wahyu Dwi Anggoro)










