BSD City (BSDE) Patok Prapenjualan 2026 Senilai Rp10 Triliun
IDXChannel - Pengembang kota mandiri BSD City, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mematok target prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada tahun buku 2026.
Target tersebut relatif sejalan dengan pencapaian prapenjualan 2025, mencerminkan strategi pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan.
“Target prapenjualan 2026 kami tetapkan secara prudent dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja tahun 2025. Fundamental permintaan tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek township seperti BSD City dan kawasan penyangga Jakarta,” ujar Direktur BSDE Hermawan Wijaya dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (25/2/2026).
Dia menerangkan, dari total target prapenjualan 2026 sebesar Rp10 triliun, segmen residensial diproyeksikan menjadi penggerak utama target prapenjualan yang sebesar Rp5 triliun atau setara 50 persen dari target prapenjualan 2026.
Kemudian, diikuti masing-masing segmen komersial sebesar Rp3,50 triliun atau setara 35 persen dan lain-lain sebesar Rp1,50 triliun atau setara 15 persen dari target prapenjualan 2026.
Hermawan menegaskan, segmen residensial tetap menjadi kontributor terbesar dengan proyek BSD City sebagai proyek unggulan dari BSDE.
BSD City ditargetkan menyumbang prapenjualan sebesar Rp1,60 triliun atau 16 persen dari total target prapenjualan segmen residensial. Disusul Nava Park dan Grand Wisata masing-masing berkontribusi sebesar Rp1 triliun atau setara 10 persen dan Rp700 miliar atau setara 7 persen dari total target prapenjualan segmen residensial.
"Dengan proyeksi ini, BSD City tetap menjadi kontributor terbesar dibandingkan proyek residensial lainnya yang dikembangkan oleh BSDE," kata dia.
Lebih lanjut, Hermawan menuturkan, BSDE menargetkan prapenjualan segmen komersial sebesar Rp3,5 triliun atau 35 persen dari total target prapenjualan 2026.
Kawasan komersial BSD City diproyeksikan berkontribusi sebesar Rp1,80 triliun atau setara 18 persen dari target prapenjualan segmen komersial 2026.
Proyek lain yang diproyeksikan akan berkontribusi pada segmen komersial antara lain gabungan kawasan komersial di berbagai township di luar BSD City, serta Apartemen Southgate masing-masing diproyeksikan akan berkontribusi sebesar Rp950 miliar atau setara 10 persen dan Rp200 miliar atau setara 2 persen dari total target prapenjualan segmen komersial 2026.
Selain itu, kata Hermawan, BSDE juga aktif menjalin kemitraan strategis melalui skema joint venture (JV). Sejumlah proyek yang telah berjalan antara lain Nava Park, Hiera dan The Zora.
Pada 2026, segmen lain-lain ini ditargetkan berkontribusi Rp1,50 triliun atau setara 15 persen dari total target prapenjualan 2026.
Dengan menggabungkan kontribusi ketiga segmen di atas terutama proyek-proyek yang berasal dari BSD City, diproyeksikan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap keseluruhan target prapenjualan 2026, melalui penjualan produk yang sedang berjalan maupun peluncuran produk baru.
“BSDE terus mengembangkan BSD City sebagai kawasan perkotaan mandiri bernilai tinggi dengan menghadirkan produk residensial dan komersial berkualitas, serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra untuk meningkatkan daya tarik BSD City sebagai kota mandiri yang hijau dan modern," katanya.
Selain itu, PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), entitas anak BSDE diproyeksikan berkontribusi sekitar 3,5 persen dari total target prapenjualan 2026. Kontribusi tersebut diproyeksikan berasal dari tiga proyek utama SMDM, yaitu Rancamaya, Royal Tajur dan Harvest City.
Hermawan menyampaikan, manajemen memandang prospek industri properti 2026 tetap kondusif, didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, antara lain perpanjangan insentif PPN DTP 100 persen untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas suku bunga dan relaksasi rasio LTV hingga 100 persen.
“Kami melihat prospek 2026 tetap positif dengan dukungan kebijakan pemerintah yang suportif. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ditambah dengan program pemasaran nasional kami Royal Key akan memperkuat daya beli masyarakat serta akses pembiayaan. Kami optimistis momentum ini dapat berlanjut dan mendukung pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan,” ujar Hermawan.
(Dhera Arizona)









