Mencari Cuan di Tahun Kuda Api 2026, Saham-Saham Ini Bisa Jadi Jagoan
IDXChannel – Tahun Kuda Api 2026 diyakini membawa karakter agresif, cepat, dan penuh energi, yang dinilai selaras dengan dinamika pasar saham yang tengah berbenah. Lantas, sektor saham apa saja yang menarik disimak?
“Tahun kuda itu nuansanya adalah cekatan dan gesit, sering disebut energinya kuat untuk orang-orang produktif,” kata Founder WH Project, William Hartanto, Senin (16/2/2026).
Ia menilai karakter tersebut selaras dengan kondisi pasar modal yang tengah berbenah. Momentum ini, menurutnya, lebih cocok dimanfaatkan untuk strategi aktif ketimbang pasif.
“Kalau disesuaikan dengan kondisi pasar modal, yang kebetulan juga sedang berbenah, ini jadi kesempatan bagus untuk mereka yang bisa memanfaatkan momentum ini untuk trading, karena berbeda dengan tahun lalu yang ada pertolongan new blue chips untuk buy and hold, tahun ini adalah tahunnya trading,” demikian tutur William.
Lebih lanjut, William menyebut sektor ritel menjadi salah satu yang menarik dicermati, terutama saham-saham yang telah diakumulasi dalam beberapa bulan terakhir.
“Nah, berdasarkan saham-saham yang sudah diakumulasi dalam beberapa bulan terakhir, sektor yang disarankan retailer. Saham yang direkomendasikan dari sektor ini adalah LPPF, RALS, MAPI, MAPA, ERAA,” imbuh dia.
Selain ritel, ia juga menyoroti sektor perbankan. Menurutnya, karakter tahun Kuda Api yang kerap dikaitkan dengan perilaku konsumtif berpotensi mendorong perputaran dana masyarakat.
“Kebetulan, ada setidaknya empat saham dari sektor ini yang recommended (berdasarkan akumulasinya), yaitu BBTN, NISP, BBNI, dan BMRI,” katanya.
Ia pun merekomendasikan dua sektor tersebut sebagai pilihan utama untuk memanfaatkan momentum tahun Kuda Api.
“Dua sektor ini yang paling sesuai dgn karakteristik kuda api, dan sudah dicek ada akumulasi yang besar,” ujar William, menutup analisisnya.
Sementara itu, pengamat pasar modal Michael Yeoh menjagokan sektor komoditas pada Tahun Kuda Api. Ia menilai gejolak global justru membuka peluang, terutama di tengah potensi gangguan pasokan.
“Commodities. Karena gejolak komoditas global, membuat banyak supply shortage,” katanya, Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut perlu dicermati lebih dalam, khususnya dari sisi domestik. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang bisa memicu keterbatasan suplai di Indonesia.
“Kita bisa perhatikan beberapa supply shortage yang akan terjadi di Indonesia. Dari tambang timah ilegal yang disita, serta produksi nikel yang akan dipangkas oleh pemerintah,” ujar Michael.
Michael menekankan, posisi Indonesia yang strategis dalam rantai pasok global membuat dampaknya terhadap harga menjadi signifikan.
Selain timah dan nikel, ia juga menyoroti emas yang dinilai masih berpotensi bergerak di tengah ketidakpastian global dan aksi akumulasi bank sentral.
Saham yang ia cermati untuk sektor ini meliputi, INCO, MBMA, EMAS, ANTM, NCKL. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.










