Bursa Asia Lesu di Tengah Libur Imlek, Data Jepang Mengecewakan

Bursa Asia Lesu di Tengah Libur Imlek, Data Jepang Mengecewakan

Ekonomi | idxchannel | Senin, 16 Februari 2026 - 09:40
share

IDXChannel - Bursa Asia lesu pada awal pekan ini, Senin (16/2/2026), seiring sejumlah hari libur Tahun Baru Imlek di kawasan yang membuat volume transaksi menipis.

Sentimen juga tertahan oleh data ekonomi Jepang yang mengecewakan dan meredam reli pasar setempat.

China, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat tengah libur, sehingga pergerakan mata uang, komoditas, dan obligasi relatif datar.

Pelaku pasar kini menanti rilis utama pada Jumat mendatang, yakni survei manufaktur global serta data produk domestik bruto (PDB) kuartal IV-2025 AS.

Mengutip Reuters, konsensus memperkirakan ekonomi AS tumbuh 3,0 persen secara tahunan, melambat dari 4,4 persen pada kuartal sebelumnya namun masih tergolong solid.

Dari Jepang, pemerintah melaporkan ekonomi hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan pada kuartal Desember, jauh di bawah proyeksi 1,6 persen. Belanja pemerintah disebut menjadi salah satu faktor penekan aktivitas.

Data ini menegaskan tantangan yang dihadapi Perdana Menteri Sanae Takaichi dan dinilai dapat memperkuat dorongan stimulus fiskal yang lebih agresif.

Indeks Nikkei 225 turun 0,15 persen pada 09.20 WIB, setelah melonjak 5 persen pekan lalu. Indeks TOPIX melemah 0,63 persen.

Di kawasan lain, Hang Seng Index turun 0,10 persen, Straits Times Index turun tipis 0,01 persen, sementara S&P/ASX 200 naik 0,13 persen.

Pekan lalu, pasar teknologi Korea Selatan dan Taiwan mencatat kenaikan tajam. Indeks KOSPI melonjak 8,2 persen, sedangkan Taiwan Capitalization Weighted Stock Index menguat hampir 6 persen dalam sepekan.

Chief Investment Officer Vantage Point Nick Ferres mengingatkan risiko koreksi pada saham memori jika perusahaan teknologi berkapitalisasi besar menunda belanja modal.

“Kami semakin berhati-hati terhadap saham memori di Korea dan Taiwan setelah kinerja luar biasa dan re-rating yang tajam,” ujarnya.

Di Eropa, kontrak berjangka EURO STOXX 50 cenderung datar, sementara DAX naik 0,2 persen. Di Wall Street, kontrak S&P 500 menguat 0,2 persen dan Nasdaq Composite naik 0,1 persen.

Musim laporan keuangan Wall Street masih berlanjut, dengan perhatian tertuju pada Walmart yang akan memberikan gambaran tren belanja konsumen, setelah data penjualan ritel Desember sebelumnya mengecewakan. (Aldo Fernando)

Topik Menarik