Apa Bisnis Saham LAPD? Intip Profil Usaha, Perjalanan Bisnis, dan Pemilik Perusahaannya
IDXChannel—Apa bisnis saham LAPD? Saham PT Leyand International Tbk (LAPD) masuk dalam jajaran lima besar top gainer harian pada Kamis 12 Februari, dengan kenaikan mencapai 32 persenan.
Perusahaan ini tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia sebagai emiten barang konsumen primer dengan kegiatan usaha utama di bidang consumer goods retailing. Leyand International awalnya adalah perusahaan kemasan plastik.
Melansir laman resmi perseroan (12/2/2026), LAPD didirikan pada 1990 dengan nama PT Lemahabang Perkasa. Lalu berganti nama menjadi PT Lapindo Packaging Tbk usai melantai di bursa pada 2001.
Perseroan kembali mengubah nama menjadi PT Lapindo International, sebelum akhirnya berganti nama untuk ketiga kalinya menjadi PT Leyand International Tbk. Pada awal pendiriannya, bisnis utama LAPD adalah industri kemasan plastik.
Perseroan juga pernah diversifikasi ke bidang pembangkit tenaga listrik, tetapi hanya bertahan hingga 2020. Lalu pada 2009, LAPD melakukan divestasi divisi kemasan plastik dan mengubah kegiatan usaha utama perusahaannya menjadi usaha investasi.
Pada 2023, perseroan mengakuisisi PT Rusindo Eka Raya dengan porsi kepemilikan 51 persen. Dari anak usaha Rusindo, usaha perseroan saat ini didominasi oleh bisnis distribusi barang konsumen (FMCG).
Rusindo Eka Raya mengelola distribusi produk-produk FMCG seperti minyak goreng, pasta gigi, makanan dan minuman ringan, pelumas otomotif, produk perawatan rumah tangga, dan sebagainya.
Rusindo memiliki fasilitas penyimpanan dan armada pengangkutan sendiri. Wilayah operasionalnya mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Jakarta, dan Bogor. Saat ini, LAPD hanya memiliki satu anak usaha, yakni Rusindo Eka Raya.
Lalu siapa pemilik saham LAPD? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Leyand International Tbk.
Apa Bisnis Saham LAPD? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia pada Februari, hingga akhir Januari 2026 pengendali saham LAPD adalah PT JSI Sinergi Mas dengan kepemilikan 2,02 miliar saham.
Jumlah itu setara dengan 51 persen dari total saham terdaftar. Pemegang saham mayoritas lainnya adalah masyarakat (publik) dengan kepemilikan sebanyak 1,94 miliar, setara 49 persen dari total saham terdaftar.
Sedangkan penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham LAPD, atau pemilik perusahaan, adalah Sayid Muhammad Riyadh dan Jamal Abdul Nasir Bamadha.
LAPD mencatatkan sahamnya secara perdana di bursa pada 2001 dengan melepas 60 juta saham di harga penawaran Rp200 per saham. Dari IPO ini perseroan mengantongi Rp12 miliar.
Saham LAPD diperdagangkan di kisaran Rp148 per saham, naik sebesar 34,55 persen. Dalam sepekan terakhir, saham ini telah mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 76,19 persen.
Itulah informasi singkat tentang apa bisnis saham LAPD.
(Nadya Kurnia)










