S&P Nilai Outlook Indonesia Tetap Stabil, Pelemahan Fiskal Jadi Risiko Utama

S&P Nilai Outlook Indonesia Tetap Stabil, Pelemahan Fiskal Jadi Risiko Utama

Terkini | idxchannel | Jum'at, 6 Februari 2026 - 15:50
share

IDXChannel – S&P Global Ratings menilai outlook peringkat kredit Indonesia masih stabil, meski menyoroti pelemahan posisi fiskal sebagai risiko utama terhadap peringkat utang negara.

Hal itu disampaikan S&P dalam tanggapan tertulis kepada Bloomberg, Jumat (6/2/2026).

Analis Sovereign S&P Global Ratings, Rain Yin, menyebut tekanan terhadap peringkat kredit dapat meningkat apabila terjadi penurunan kondisi fiskal yang material tanpa diimbangi perbaikan indikator kredit lainnya.

“Pelemahan fiskal lanjutan dapat memberi tekanan ke bawah pada peringkat kredit Indonesia, kecuali ada perbaikan yang mengimbangi pada metrik kredit lainnya,” kata Rain Yin, dikutip dari Bloomberg, Jumat (6/2).

S&P menggarisbawahi risiko tersebut dapat tercermin apabila rasio utang bersih pemerintah umum meningkat lebih dari 3 persen terhadap PDB per tahun, serta pembayaran bunga secara konsisten melampaui 15 persen dari total pendapatan negara.

Meski demikian, S&P menilai volatilitas pasar saham domestik belakangan ini belum berdampak signifikan terhadap outlook peringkat kredit Indonesia.

Lembaga pemeringkat itu juga optimistis tekanan dapat diredam jika pemerintah mengambil langkah untuk menjaga kepercayaan investor.

“Kami tidak memperkirakan perekonomian dan kinerja fiskal Indonesia akan terdampak negatif secara signifikan apabila pemerintah merespons untuk memitigasi dampak terhadap kepercayaan investor,” ujar Rain.

S&P menegaskan outlook stabil mencerminkan keseimbangan antara potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai kuat dan keterbatasan struktur ekspor serta basis penerimaan fiskal yang relatif sempit.

Catatan saja, hingga saat ini, menurut catatan Bloomberg, S&P belum merilis penilaian resmi terbaru atas peringkat kredit Indonesia.

Sebelumnya, pada Kamis (5/2), Moody’s menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stable menjadi negative, meski tetap mempertahankan rating di level Baa2 atau masih dalam kategori investment grade.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, penurunan outlook terutama dipicu oleh ketidakpastian kebijakan, meningkatnya risiko fiskal, serta tekanan terhadap kredibilitas tata kelola, meskipun fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai relatif solid.

BRI Danareksa menekankan bahwa langkah Moody’s ini bukan merupakan penurunan peringkat kredit, namun perubahan outlook berpotensi meningkatkan persepsi risiko Indonesia di mata investor global.

Dari sisi pasar, sentimen tersebut mendorong sikap risk-off di kalangan pelaku pasar. IHSG pun dibuka melemah pada perdagangan hari ini, seiring investor memilih bersikap wait and see sambil mencermati perkembangan kebijakan dan respons pemerintah ke depan. (Aldo Fernando)

Topik Menarik