Wilayah Jawa dan Sulawesi Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang 2025
IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, Jawa dan Sulawesi menjadi dua wilayah dengan pertumbuhan tertinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 yang mencapai 5,39 persen dan 5,11 persen sepanjang 2025.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara spasial memang ekonomi tetap tumbuh di seluruh wilayah Indonesia.
"Kontribusi pulau Jawa terhadap PDB sebesar 56,93 persen, diikuti oleh pulau Sumatera sebesar 22,22 persen. Pertumbuhan ekonomi di pulau Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas ekonomi nasional dimana wilayah pulau Jawa tumbuh sebesar 5,30 dan pulau Sulawesi tumbuh sebesar 6,23 persen," kata Amalia dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Kamis (5/2/2026).
Jika dilihat sumber pertumbuhan ekonomi menurut wilayah secara lebih detail, sumber pertumbuhan utama wilayah Sumatera adalah pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.
Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sumatera adalah wilayah Sumatera Utara dengan andil pertumbuhan sebesar 1,05 persen.
Sumber pertumbuhan utama wilayah Jawa adalah industri pengolahan, perdagangan, dan informasi dan komunikasi. Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah DKI Jakarta dengan andil pertumbuhan sebesar 1,46 persen.
Sementara untuk sumber pertumbuhan utama wilayah Bali dan Nusa Tenggara adalah industri pengolahan, akomodasi dan makan minum, serta perdagangan. Provinsi yang memberikan pertumbuhan tertinggi adalah Bali dengan andil pertumbuhan 2,75 persen.
Selanjutnya, sumber pertumbuhan utama di wilayah Kalimantan adalah industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.
Wilayah Sulawesi adalah industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan, serta wilayah Maluku dan Papua adalah industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan.
Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Maluku dan Papua adalah Maluku Utara dengan andil pertumbuhan 5,33 persen.
Perlu diketahui, ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh sebesar 5,39 persen secara year-on-year dan 5,11 persen sepanjang tahun 2025. Kemudian dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, informasi dan komunikasi.
Hal ini sejalan dengan membaiknya industri penghasil komoditas ekspor seperti CPO dan logam dasar serta meningkatnya produksi tanaman pangan, peternakan dan perikanan.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 didorong oleh PMTB, dan konsumsi rumah tangga.
Hal ini terutama didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk makan dan minum, transportasi dan komunikasi, serta penambahan barang modal berupa mesin dan perlengkapan.
(kunthi fahmar sandy)










