Hashim Klaim Banyak Investor Negara Tertarik Investasi di Proyek PLTN 7 GW
IDXChannel - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengatakan proyek transisi energi yang digencarkan pemerintah telah menarik minat investor asing.
Satu di antaranya soal proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) bertenaga 7 gigawatt (GW).
"Banyak negara telah menunjukkan niat untuk masuk dan berpartisipasi dalam investasi, juga mempelajari teknologinya dan sebagainya," kata Hashim dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya, pemerintah telah memutuskan untuk memulai proyek pembangkit tenaga nuklir itu dari 500 megawatt (MW). Proyek itu diproyeksikan berlangsung sampai 2034.
"Untuk 10 tahun ke depan, telah diumumkan bahwa 70 GW akan dibangun. Banyak di antaranya, sebagian besar dari perusahaan seperti Masdar, ini adalah proyek hijau, proyek energi terbarukan, 76 persen di antaranya akan berasal dari perusahaan seperti Masdar dan lainnya," urainya.
Hashim mengatakan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPL) mengedepankan proyek hijau dalam beberapa tahun ke depan. Proyek listrik hijau mulai dilakoni pemerintah dengan melibatkan kerja sama entitas negara dan korporasi.
"Ini komitmen yang kuat, meskipun itu bukan solusi berbasis alam, tetapi itu hijau, itu adalah, katakanlah, energi netral karbon. Sisanya akan disediakan oleh gas alam, yang saya pikir semua pihak menganggap ini sebagai bahan bakar transisi," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)










