Harga CPO Kembali Menguat, Ekspor dan Produksi Jadi Penopang

Harga CPO Kembali Menguat, Ekspor dan Produksi Jadi Penopang

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 27 Januari 2026 - 16:04
share

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan untuk dua hari beruntun pada perdagangan Selasa (27/1/2026), seiring kenaikan harga minyak nabati pesaing di Bursa Dalian.

Sentimen positif juga ditopang oleh kinerja ekspor yang solid serta data produksi yang lebih rendah.

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,80 persen menjadi 4.258 ringgit Malaysia per ton pada pukul 15.19 WIB.

“Pasar mengikuti penguatan di Dalian, didukung ekspor yang baik dan produksi yang lebih rendah untuk menopang reli lanjutan,” ujar seorang pedagang yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Reuters.

Di Dalian, kontrak minyak kedelai yang paling aktif naik 0,54 persen, sementara kontrak minyak sawit melonjak 2,09 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,56 persen.

Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Dari sisi ekspor, survei kargo Intertek Testing Services mencatat ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-25 Januari naik 9,97 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara itu, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia melaporkan kenaikan ekspor sebesar 7,97 persen.

Di sisi lain, ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,33 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat harga minyak sawit menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Harga minyak mentah melemah pada Selasa, meskipun badai musim dingin besar melanda produksi minyak dan mengganggu kilang di Pantai Teluk Amerika Serikat (AS).

Pelemahan harga minyak mentah tersebut membuat minyak sawit menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)

Topik Menarik