Nilai Investasi Capai Rp123 Triliun, Pabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek RDMP Balikpapan Hari Ini

Nilai Investasi Capai Rp123 Triliun, Pabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek RDMP Balikpapan Hari Ini

Terkini | idxchannel | Senin, 12 Januari 2026 - 08:10
share

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin, 12 Januari 2026. Proyek strategis nasional ini memiliki nilai investasi sekitar Rp123 triliun dan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Informasi mengenai peresmian tersebut disampaikan oleh Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya setelah Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Minggu (11/1/2026).

“Rencana peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada Senin 12 Januari 2026,” tulis Teddy dalam keterangan yang diunggah melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Senin (12/1/2026).

RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek terbesar yang dimiliki badan usaha milik negara (BUMN). Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar USD7,4 miliar atau setara Rp123 triliun dan dikelola oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak usahanya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Proyek RDMP Balikpapan bertujuan untuk memodernisasi sekaligus meningkatkan kapasitas Kilang Pertamina Balikpapan. Melalui pengembangan ini, kilang tersebut akan menjadi kilang terbesar di Indonesia.

Dengan adanya RDMP Balikpapan, kapasitas pengolahan minyak akan meningkat dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Kapasitas tersebut setara dengan hampir seperempat kebutuhan BBM nasional.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa apabila RDMP Balikpapan telah beroperasi secara penuh, Indonesia diperkirakan akan mengalami surplus produksi BBM jenis solar dalam jumlah besar. Kondisi ini membuka peluang bagi pemerintah untuk menghentikan impor solar mulai 2026.

“Solar nanti pada 2026, kalau RDMP kita sudah jadi, kita akan surplus kurang lebih sekitar 3 sampai 4 juta kiloliter. Agenda kami pada 2026 itu tidak ada impor solar lagi,” ujar Bahlil, Selasa (30/12/2025).

Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat ketahanan energi nasional, RDMP Balikpapan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas BBM dalam negeri. Produk BBM yang dihasilkan nantinya akan memenuhi standar Euro V yang lebih ramah lingkungan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik