Harga Emas Menguat Sepekan, Data Payroll AS Meleset dan Ketidakpastian Global Mengemuka
IDXChannel - Harga emas dunia menguat pada Jumat (9/1/2026) dan mencatatkan kenaikan mingguan, seiring investor mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan, di tengah ketidakpastian kebijakan dan geopolitik yang lebih luas.
Emas spot naik 0,72 persen ke level USD4.509,66 per troy ons dan mencatat kenaikan sekitar 4,10 persen sepanjang pekan ini. Logam mulia tersebut sempat menyentuh rekor tertinggi di USD4.549,71 pada 26 Desember 2025.
Data menunjukkan, nonfarm payrolls (NFP) AS pada Desember hanya bertambah 50.000, di bawah ekspektasi kenaikan 60.000. Sementara itu, tingkat pengangguran turun ke 4,4 persen, lebih rendah dari perkiraan 4,5 persen.
“Data payrolls menunjukkan lingkungan penciptaan lapangan kerja yang lemah. Potensi ketegangan geopolitik yang lebih besar, harga minyak yang cenderung lebih tinggi dan bersifat inflasioner, ketidakpastian, serta sikap The Fed yang melonggar, semuanya merupakan kombinasi yang mendukung logam mulia,” ujar Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek, dikutip Reuters.
Pelaku pasar terus memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini, sebuah latar belakang yang secara historis menguntungkan bagi emas.
Ketegangan geopolitik juga tetap tinggi, di tengah meningkatnya gejolak di Iran, berlanjutnya perang Rusia-Ukraina, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, serta sinyal baru Washington terkait pengambilalihan Greenland.
Metals Focus memproyeksikan harga emas berpeluang menembus rekor baru di atas USD5.000 pada 2026, didorong tren dedolarisasi dan risiko geopolitik.
Di sisi permintaan, pembelian emas ritel di India masih lesu akibat harga yang tinggi, sementara premi emas di China melebar.
Sementara itu, ketidakpastian terkait tarif masih berlanjut. Mahkamah Agung (MA) AS diperkirakan tidak mengeluarkan putusan pada Jumat dalam perkara besar yang menguji legalitas tarif global luas yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Putusan kini diperkirakan keluar pada 14 Januari.
Di pasar logam lainnya, perak spot melonjak 3,5 persen ke USD79,56 per ons dan berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 9,7 persen.
Platinum spot naik 0,8 persen ke USD2.284,50 per ons, sementara paladium menguat 1,6 persen ke USD1.814,93 per ons. Kedua logam tersebut juga diperkirakan mencatat kenaikan mingguan.
Bank of America menaikkan proyeksi rata-rata harga platinum dan paladium untuk 2026, dengan alasan dislokasi akibat sengketa perdagangan di tengah ketatnya pasar fisik, serta dukungan tambahan dari impor China. (Aldo Fernando)










