Inalum Cetak Rekor Produksi dan Penjualan Sepanjang 2025 I
IDXChannel - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatatkan kinerja operasional terbaik sepanjang sejarah perusahaan bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya pada 6 Januari 2026. Sepanjang tahun lalu, Inalum membukukan rekor produksi sebesar 280.082 metrik ton (MT) dan produksi 280.141 MT.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menilai, capaian tersebut merupakan hasil dari penerapan inovasi berkelanjutan, penguatan efisiensi operasional, strategi bisnis yang adaptif serta komitmen Insan Inalum dalam merespons dinamika industri aluminium global.
"Lima puluh tahun menjadi penanda bahwa Inalum terus bertumbuh bersama Indonesia. Sejak awal berdiri, Inalum hadir sebagai industri pengolahan aluminium yang memanfaatkan energi hijau, dan hingga hari ini tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta manfaat bagi masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
Dia mengatatakan, keberhasilan mencatatkan produksi dan penjualan tertinggi sepanjang sejarah merupakan strategi Inalum untuk menjaga daya saing sebagai produsen aluminium nasional yang andal, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan industri dalam negeri maupun pasar ekspor.
Kinerja positif tersebut juga menjadi fondasi bagi langkah strategis perusahaan ke depan, khususnya dalam penguatan Industri Aluminium Terpadu. Inalum menargetkan peningkatan nilai tambah melalui pengembangan hilirisasi aluminium serta integrasi rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Sebagai BUMN yang bergerak di industri aluminium terintegrasi, Inalum mengelola pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang menjadi sumber energi utama proses produksi aluminium primer. Model bisnis berbasis energi hijau ini dinilai menjadi keunggulan kompetitif di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik industri berkelanjutan.
Selain mencatat kinerja operasional yang solid, Inalum juga menegaskan komitmen keberlanjutan melalui pengalihan agenda selebrasi ulang tahun perusahaan menjadi kegiatan sosial. Seluruh anggaran kegiatan perayaan dialokasikan untuk bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
(Rahmat Fiansyah)









