Pemerintah dan Bank Sentral Korsel Komitmen Stabilkan Won yang Melemah
IDXChannel - Menteri Keuangan Korea Selatan Koo Yun-cheol dan Gubernur Bank Sentral Korea (BOK) Rhee Chang-yong berjanji mengambil langkah bersama untuk menstabilkan nilai tukar won yang melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Dilansir dari CNA, Senin (5/1/2026), pelemahan won dinilai tidak mencerminkan fundamental ekonomi negara tersebut.
“Kami akan memantau pasar keuangan dan valuta asing secara cermat dan berupaya untuk menyelesaikan ketidakseimbangan struktural permintaan-penawaran di pasar valuta asing,” kata Koo dalam pidato yang telah disiapkan pada acara Tahun Baru, Senin (5/1).
Nilai tukar won melemah 0,3 persen menjadi 1.448,6 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, memperpanjang pelemahan won selama empat sesi berturut-turut.
Pelemahan ini terjadi setelah won sempat menguat tajam pada akhir Desember dari level terendah delapan bulan, seiring upaya kebijakan untuk membalikkan tren depresiasi.
Selain menjaga stabilitas pasar valuta asing, Koo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan insentif pajak guna mendorong investasi jangka panjang di pasar saham domestik.
Sementara itu, Rhee menekankan pentingnya koordinasi antara bank sentral, pemerintah, dan lembaga terkait untuk merespons pergerakan nilai tukar won yang dinilai tidak sejalan dengan fundamental ekonomi.
“Bank sentral dan pemerintah, serta lembaga-lembaga terkait, harus bekerja sama untuk mengatasi tren depresiasi won baru-baru ini yang tidak sejalan dengan fundamental ekonomi,” ujar Rhee dalam acara sektor keuangan.
Ke depan, Rhee mengatakan kebijakan moneter akan dijalankan dengan lebih hati-hati, dengan mempertimbangkan secara lebih menyeluruh perkembangan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan stabilitas sektor keuangan. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)









