Permintaan Mobil Hybrid Menguat, Laba Toyota 2025 Diprediksi Stabil Meski Terancam Tarif AS
IDXChannel- Toyota Motor Corp diperkirakan akan mencatat laba tahunan yang stabil di 2025. Hal itu disebabkan permintaan sangat kuat untuk penjualan mobil hybrid seperti Prius dan Camry.
Dilansir Channel News Asia, Rabu (7/5/2025), Toyota baru akan melaporkan hasil keuangannya pada Kamis (8/5/2025). Namun para investor fokus terkait dampak potensial dari tarif impor AS.
Beberapa analis memperkirakan laba operasional Toyota pada kuartal keempat naik 2 persen dari tahun lalu menjadi 1,13 triliun yen. Hal ini menandai kenaikan pertama dalam tiga kuartal terakhir.
Penjualan global Toyota meningkat 5 persen pada Januari–Maret. Peningkatan itu didorong permintaan yang kuat di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Jepang.
Namun, potensi kenaikan tarif dari Amerika Serikat dapat menggerus laba hingga 800 miliar yen pada 2025. Dampak ini belum termasuk risiko ekonomi yang lebih luas, seperti perlambatan ekonomi AS atau hambatan ekspor ke Kanada dan Meksiko.
Toyota berencana mempertahankan operasional seperti biasa dan fokus pada efisiensi biaya, tanpa menaikkan harga kendaraan. Toyota juga mempertimbangkan untuk memproduksi generasi baru SUV RAV4 di AS untuk mengurangi risiko tarif dan fluktuasi nilai tukar.
Selain tarif, perhatian investor juga tertuju kepada potensi investasi Toyota dalam Toyota Industries. Investasi itu dinilai bisa berdampak negatif terhadap persepsi pasar, meskipun bisa memperkuat rantai pasokan internal.
Sementara itu, saham Toyota turun 13 persen sejak awal 2025. Penurunan saham Toyota lebih tinggi dari penurunan indeks Nikkei 225 sebesar 8 persen.
(Ibnu Hariyanto)









