Anggota DPR Malaysia: ASEAN Harus Tekan Indonesia soal Kabut Asap!
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaysia menyatakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus menekan Indonesia secara diplomatik dan keuangan terkait krisis kabut asap lintas batas yang terus berulang. Dia pun menyerukan negaranya menggalang dukungan dari negara-negara ASEAN.
Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, anggota Parlemen yang mewakili daerah pemilihan Muar, menyerukan protes diplomatik regional yang terkoordinasi, pembatasan pendanaan bagi perusahaan yang terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan, serta tekanan ekonomi yang digerakkan oleh konsumen.
Baca Juga: Politisi Malaysia Kesal pada Indonesia soal Kabut Asap: Nyawa Tak Bisa Dianggap Remeh!
"Anda harus memperlakukan mereka sebagai pihak yang dikucilkan di kawasan ini," ujarnya saat menyampaikan pandangan dalam debat Anggaran 2027 di Dewan Rakyat (Parlemen).
Menurutnya, protes diplomatik apa pun harus dilakukan secara kolektif oleh ASEAN, bukan hanya oleh Malaysia sendiri, dengan alasan bahwa tekanan regional akan memiliki bobot yang lebih besar.Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia ini juga mendesak Malaysia dan Singapura untuk menggunakan pengaruh keuangan mereka guna memutus akses pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam praktik pembakaran lahan di Indonesia."Putus akses mereka. Hantam dompet mereka," tegasnya, seraya menekankan bahwa perusahaan yang terkait dengan praktik semacam itu tidak boleh lagi mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan di kedua negara tersebut.
Dia pun mengusulkan mobilisasi konsumen Malaysia untuk memberikan tekanan ekonomi, seraya menambahkan bahwa pemerintah Malaysia tidak seharusnya memikul tanggung jawab sendirian dalam menangani krisis ini.
"Kita harus menggerakkan masyarakat Malaysia untuk memberikan tekanan finansial. Kita memiliki kekuatan dan daya beli untuk membuat perusahaan-perusahaan Indonesia memperhatikan hal ini," katanya.
"Menurut saya, jika kita melakukan itu, kita akan menyerang mereka di titik yang paling menyakitkan bagi mereka," ujarnya, seperti dikutip dari New Straits Times, Kamis (15/10/2026).
Syed Saddiq menambahkan bahwa Malaysia juga harus mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan dalam negerinya sendiri jika terbukti terlibat dalam kegiatan yang berkontribusi terhadap kabut asap."Kita tidak boleh munafik. Jika perusahaan kita sendiri terlibat, jangan takut untuk bertindak. Ambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan kami juga," imbuh dia.
Dia kemudian menyerukan legislasi serupa dengan Undang-Undang Polusi Kabut Lintas Batas Singapura untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan atas polusi lintas batas.
Syed Saddiq memperingatkan bahwa krisis kabut tidak hanya memengaruhi kesehatan masyarakat dan pariwisata, tetapi juga pendidikan, terutama ketika sekolah-sekolah terpaksa ditutup.
Dia mengatakan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah terkena dampak yang tidak proporsional, karena banyak yang kekurangan laptop, tablet, atau akses internet yang andal untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh, yang semakin memperlebar kesenjangan pendidikan yang ada.




