Warga AS Diimbau Pertimbangkan Lagi Perjalanan ke Arab Saudi akibat Ancaman Serangan Iran dan Houthi

Warga AS Diimbau Pertimbangkan Lagi Perjalanan ke Arab Saudi akibat Ancaman Serangan Iran dan Houthi

Global | sindonews | Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:53
share

Kabar duka menyelimuti dunia kecantikan Indonesia. Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) pagi dalam usia 89 tahun.Kepergiannya meninggalkan warisan besar bagi industri kecantikan Tanah Air, terutama melalui upayanya mengangkat kekayaan alam, tradisi, dan budaya Nusantara menjadi identitas produk kosmetik lokal.

Kepergiannya merupakan kehilangan yang mendalam bagi keluarga, seluruh keluarga besar Martha Tilaar Group, serta industri kecantikan Indonesia yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Lahir di Kebumen pada 4 September 1937, Martha Tilaar menempuh pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta sebelum memperdalam ilmu kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat, pada 1968. Pada 1984, beliau dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang Fashion and Artistry dari World University, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Baca Juga : Kabar Duka, Pendiri Sariayu Martha Tilaar Meninggal Dunia

Sariayu Mengangkat Kecantikan NusantaraSalah satu warisan penting Martha Tilaar adalah pendekatannya dalam menjadikan budaya Indonesia sebagai inspirasi produk kecantikan. Melalui Sariayu, ia memperkenalkan konsep kecantikan yang tidak hanya berorientasi pada tren, tetapi juga mengangkat kekayaan alam dan tradisi perawatan perempuan Indonesia.

Pengembangan produk Sariayu turut terinspirasi dari pengetahuan tradisional, termasuk penelusuran manuskrip kuno Keraton Yogyakarta untuk mempelajari tradisi perawatan kecantikan perempuan Jawa.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana pengetahuan turun-temurun dapat menjadi sumber inspirasi bagi industri kosmetik modern. Tradisi yang sebelumnya dikenal dalam lingkup budaya tertentu kemudian diperkenalkan melalui produk yang dapat digunakan oleh masyarakat luas.

Sariayu juga dikenal dengan tren warna tata rias tahunan yang mengambil inspirasi dari keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia. Melalui pendekatan tersebut, unsur budaya lokal menjadi bagian dari strategi pengembangan produk sekaligus identitas merek.Upaya mengangkat kekayaan Nusantara ini menjadi salah satu ciri yang melekat pada perjalanan bisnis Martha Tilaar.

Baca Juga : Dari Indonesia untuk Dunia: Martha Tilaar Group Bersama Brand Lokal Tampil Menginspirasi di In-Cosmetics Asia 2025Perjalanan Martha Tilaar membangun bisnis kecantikan tidak dimulai dari perusahaan besar. Pada 1970, ia membuka salon bernama Martha Salon di kawasan Menteng, Jakarta. Usaha tersebut menjadi fondasi bagi perjalanan panjangnya dalam membangun bisnis kecantikan yang kemudian dikenal luas di Indonesia.Martha tidak sekadar melihat kecantikan sebagai urusan penampilan. Ia juga berupaya mengangkat pengetahuan perawatan tradisional serta kekayaan alam Indonesia sebagai bagian dari pengembangan produk kecantikan modern.

Langkah tersebut menjadi salah satu ciri khas perjalanan bisnisnya. Martha berusaha memadukan tradisi kecantikan Nusantara dengan perkembangan ilmu dan teknologi kosmetik agar dapat diterima oleh pasar yang lebih luas.

Pada 1977, Martha mendirikan Sariayu, merek kecantikan yang mengusung inspirasi dari kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kehadiran merek ini menjadi bagian penting dari upayanya membangun identitas kosmetik lokal yang berakar pada tradisi Nusantara.

Warisan Martha Tilaar bagi Generasi Berikutnya

Kepergian Martha Tilaar menandai berakhirnya perjalanan hidup salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangan industri kecantikan Indonesia. Namun, jejak yang ditinggalkannya tetap melekat pada bisnis yang dirintis dan pendekatan kecantikan berbasis budaya yang diperkenalkannya.Perjalanan Martha dari mendirikan salon pada 1970 hingga membangun bisnis kecantikan menunjukkan bagaimana usaha dapat berkembang melalui konsistensi dan kemampuan membaca potensi pasar.

Lebih dari itu, ia meninggalkan inspirasi tentang pentingnya mengangkat kekayaan alam dan tradisi lokal sebagai bagian dari inovasi. Di tengah perkembangan industri kecantikan yang semakin kompetitif, pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas bisnis yang diwariskannya.

Bagi dunia kecantikan Indonesia, Martha Tilaar bukan hanya dikenal sebagai pendiri perusahaan kosmetik, tetapi juga sebagai sosok yang ikut membawa tradisi kecantikan Nusantara ke dalam industri modern.

Dedikasi dan kontribusinya menjadi bagian dari sejarah perkembangan kosmetik lokal, sekaligus warisan yang akan terus dikenang oleh keluarga, kolega, dan pelaku industri kecantikan Tanah Air.

Topik Menarik