AS Peringatkan Sekutu Soal Penundaan 5 Tahun Pengiriman Senjata akibat Stok Perang Menipis
Amerika Serikat telah memperingatkan sekutunya untuk bersiap menghadapi penundaan hingga lima tahun dalam pengiriman senjata utama karena stok persediaan telah menipis selama perang melawan Iran. Kabar itu dilaporkan Bloomberg.
Beberapa negara Eropa, termasuk Jerman dan negara-negara di Eropa Timur, menghadapi penundaan dalam penerimaan sistem rudal dan pertahanan udara.
Kekurangan pasokan ini juga berdampak pada Ukraina, yang telah meminta tambahan rudal pencegat pertahanan udara Patriot menjelang musim dingin yang diperkirakan akan berat.
AS diperkirakan telah menggunakan lebih dari separuh varian rudal Patriot canggihnya, sekitar sepertiga rudal Tomahawk-nya, dan hampir separuh rudal serangan presisi serta rudal pencegat THAAD selama perang dengan Iran, yang kini memasuki bulan ketujuh.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sedang mengupayakan kesepakatan dengan Amerika Serikat sementara ia mempertimbangkan apakah akan mengambil tindakan militer tambahan terhadap negara tersebut.Dalam wawancara telepon dengan NewsNation, Trump ditanya mengenai pernyataannya baru-baru ini bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk "memusnahkan" Iran.
"Kita lihat saja apa yang terjadi," kata Trump.
Saat ditanya apa yang ia harapkan dari Iran sebelum ia mengambil keputusan, Trump mengatakan Teheran tertarik untuk mencapai kesepakatan.
"Saat ini, mereka ingin membuat kesepakatan," ujar Trump, seraya menambahkan ia yakin Iran sedang "kalah dalam segala hal," baik secara finansial maupun militer.
"Jika kesepakatannya bukan kesepakatan yang tepat, maka saya bahkan tidak akan memikirkannya," katanya. "Namun saat ini, mereka ingin membuat kesepakatan karena mereka kalah dalam segala hal."
Trump juga mengatakan AS sedang melakukan pembicaraan dengan kelompok Houthi Yaman, seraya mengisyaratkan mereka "ingin melihat apakah kita bisa membuat kesepakatan."
Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat perang AS-Iran memasuki bulan ketujuh. Ia baru-baru ini menyatakan harapan bahwa konflik tersebut mendekati akhir, sembari memperingatkan ia hampir mengambil keputusan mengenai apakah akan melancarkan serangan besar lainnya terhadap Iran.










