Penumpang Perempuan Ini Lepas Seluruh Pakaian di Pesawat American Airlines, FBI Turun Tangan
Seorang penumpang perempuan ditangkap polisi dan diselidiki FBI setelah melepas seluruh pakaiannya di tengah-tengah penerbangan American Airlines. Dia juga melakukan tindakan seksual terhadap dirinya sendiri di hadapan para penumpang lain.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 11 September 2026, tak lama setelah pukul 21.00 waktu setempat. American Airlines Penerbangan 1779 berangkat dari Bandara Internasional Baltimore/Washington Thurgood Marshall menuju Bandara Internasional Miami.
Baca Juga: Mengamuk Brutal di Pesawat, Penumpang Rasis Ini Dilakban dan Diikat seperti Mumi
Saat pesawat berada di udara, awak kabin terpaksa memberi tahu awak kokpit mengenai gangguan yang melibatkan seorang penumpang perempuan.
Menurut situs penerbangan AirLive, laporan kepala awak kabin mengenai insiden tersebut tercatat dalam Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS). Pesan dalam laporan itu menyebut seorang perempuan telah melepas seluruh pakaiannya dan melakukan tindakan seksual terhadap dirinya sendiri.Kedubes Iran Sangkal Laporan Teheran Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka dan Tanjung Priok
"FA1 melaporkan bahwa penumpang di kursi 9DEF telah melepas seluruh pakaiannya dan terlihat oleh penumpang lain menyentuh dirinya sendiri dengan cara yang tidak senonoh. FOM [Manajer Operasi Penerbangan] mengatakan hal ini harus dilaporkan kepada IOC/OSM [Pusat Operasi Terpadu/Manajer Layanan Operasional] dan aparat penegak hukum," bunyi pesan kepala awak kabin.Kepala awak kabin kemudian meminta agar insiden itu dilaporkan kepada IOC milik American Airlines serta aparat penegak hukum.
Polisi Miami-Dade pun telah menunggu di Gerbang D2, Terminal N, ketika pesawat tiba di Bandara Internasional Miami. Berdasarkan data FlightAware, pesawat Airbus A319 tersebut mendarat sekitar pukul 23.23 waktu setempat.
Dalam pernyataan kepada PEOPLE, juru bicara Kantor Sheriff Miami-Dade mengonfirmasi bahwa sejumlah deputi merespons laporan gangguan di dalam pesawat tak lama setelah pukul 23.00.
"Hasil penyelidikan awal menunjukkan gangguan tersebut terjadi selama penerbangan," kata juru bicara tersebut.
Para deputi kemudian menghubungi FBI, yang kini menangani penyelidikan atas insiden tersebut.Kantor FBI Miami juga mengonfirmasi kepada PEOPLE bahwa pihaknya mengetahui insiden tersebut, tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.
American Airlines membenarkan bahwa aparat penegak hukum telah menunggu pesawat setibanya di Miami karena adanya penumpang yang mengganggu ketertiban. Pihak maskapai mengatakan penumpang tersebut kemudian dikeluarkan dari pesawat.
Insiden tersebut terjadi di tengah serangkaian gangguan lain dalam penerbangan yang terjadi baru-baru ini.
Pada 11 September, dua penumpang dalam penerbangan Virgin Australia dari Melbourne menuju Doha harus diborgol menggunakan cable ties setelah diduga mengeluarkan ancaman.
Sepekan sebelumnya, seorang pria dalam penerbangan American Airlines dari Dallas menuju New Jersey direkatkan ke kursinya menggunakan lakban setelah diduga meneriakkan hinaan bernuansa rasial dan homofobik serta memukul sedikitnya dua orang.










