China Perketat Aturan Perbatasan, Warga Taiwan Terancam Dilarang Keluar
Otoritas keamanan Taiwan mengungkapkan bahwa warga Taiwan yang berkunjung ke China berisiko ditahan apabila terlibat dalam teknologi sensitif atau bekerja di perusahaan yang dianggap "bermusuhan" (hostile company). Ancaman ini mengemuka seiring rencana penerapan aturan baru kontrol perbatasan oleh Beijing.
Dikutip dari Taipei Times, Rabu (26/8/2026), sumber pejabat keamanan nasional Taiwan yang berbicara anonim menyatakan bahwa China akan menerapkan revisi regulasi keluar-masuk wilayah mulai 15 September mendatang.
Baca Juga: Anwar Ibrahim Dukung China Gunakan Kekuatan terhadap Taiwan, Taipei Marah
Aturan tersebut, bersama dengan Undang-Undang Promosi Persatuan dan Kemajuan Etnis serta revisi Langkah-Langkah Administratif Layanan Informasi Internet, memberi wewenang diskresi yang sangat luas bagi otoritas China.
Kebijakan ini mencerminkan sikap keamanan Beijing yang kian restriktif di tengah meningkatnya tekanan untuk mempertahankan stabilitas domestik.Larangan Keluar Negeri hingga 3 Tahun
Dewan Negara China menetapkan aturan yang mengategorikan warga Taiwan sebagai warga negara China berdasarkan hukum kewarganegaraan Beijing. Warga yang dianggap melakukan kegiatan ilegal atau kriminal di luar negeri yang membahayakan keamanan nasional dapat dilarang meninggalkan China selama enam bulan hingga tiga tahun setelah memasuki negara tersebut.Aturan tersebut juga berlaku bagi mereka yang dinilai melanggar regulasi ekspor-impor yang membahayakan keamanan industri atau teknologi nasional China."Jika otoritas China menentukan bahwa seorang warga Taiwan di China terlibat atau mencuri informasi teknologi, industri, ilmiah, atau militer secara langsung, atau bekerja untuk perusahaan yang dianggap 'musuh', orang tersebut bisa tidak dapat kembali ke rumah. Jika mereka berada di luar negeri, anggota keluarga mereka di China dapat ditahan untuk memaksa mereka datang ke China," kata sumber keamanan tersebut.
Bahkan, pemerintah daerah di wilayah perbatasan diizinkan secara independen untuk menerapkan pembatasan keluar wilayah, yang meningkatkan risiko keselamatan pribadi secara signifikan.
Dampak pada Rantai Pasok Semikonduktor dan Panduan Keamanan Bisnis
Regulasi anyar ini berpotensi mengganggu rantai pasok teknologi global. Para insinyur dari pemasok semikonduktor atau perusahaan desain IC (integrated circuit) yang melawat ke China untuk urusan bisnis terancam mengalami pembatasan pergerakan atau pemeriksaan paksa jika perangkat mereka memuat informasi mengenai proses manufaktur atau pengembangan teknologi baru.Mengantisipasi hal ini, banyak perusahaan multinasional telah mengeluarkan panduan keamanan internal.Karyawan yang melakukan perjalanan bisnis ke China diwajibkan membawa ponsel dan laptop "bersih" khusus, serta dilarang membawa perangkat kerja rutin atau pribadi.
Sejumlah pebisnis asing harus langsung berhenti menggunakan ponsel yang terpasang aplikasi WeChat atau Sina Weibo sesampainya kembali di Eropa atau Amerika Utara untuk mengantisipasi risiko pemeriksaan acak atau pemaksaan log-in akun media sosial oleh otoritas China.
Sumber tersebut menambahkan bahwa langkah Beijing merombak aturan informasi internet untuk mengontrol ucapan dan perilaku online bukan hanya bentuk tekanan terhadap Taiwan dan sistem demokrasi lainnya, melainkan juga bentuk "involusi" dalam penegakan hukum yang menyingkap besarnya tekanan internal Beijing.
Saat ini, otoritas keamanan Taiwan tengah berkoordinasi dengan Dewan Urusan Daratan dan Yayasan Pertukaran Selat untuk menyusun panduan keselamatan yang lebih terperinci bagi warga Taiwan yang hendak bepergian ke China.







