Jika Trump Tingkatkan Eskalasi Perang, NATO Siap Hadapi Serangan Iran ke Eropa

Jika Trump Tingkatkan Eskalasi Perang, NATO Siap Hadapi Serangan Iran ke Eropa

Global | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:25
share

NATO pada hari Rabu menyatakan kesiapannya untuk menghadapi ancaman apa pun di tengah laporan bahwa Iran mempertimbangkan untuk menyerang aset militer AS di Eropa jika Presiden AS Donald Trump semakin meningkatkan eskalasi perang.

"NATO siap menghadapi ancaman apa pun dan akan selalu melakukan tindakan yang diperlukan untuk membela seluruh negara anggota," kata seorang pejabat NATO kepada Anadolu dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pejabat tersebut juga mengingatkan kembali mengenai pencegatan rudal balistik oleh NATO yang mengarah ke Turki dari Iran dalam empat kesempatan terpisah awal tahun ini.

"Sebagaimana ditunjukkan awal tahun ini ketika pertahanan udara NATO berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turki dari Iran dalam empat kesempatan terpisah, postur pencegahan dan pertahanan kami kuat dan efektif," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pernyataan NATO ini muncul seiring laporan media pada hari Rabu yang menyebutkan bahwa pasukan Iran telah mengevaluasi potensi serangan terhadap aset militer AS di negara-negara Eropa tenggara, termasuk Bulgaria, yang bulan lalu menyetujui penggunaan pangkalan udara Bezmer miliknya oleh pesawat pengisi bahan bakar AS.

Siprus, tempat pangkalan udara Inggris diserang oleh pesawat nirawak (drone) pada bulan Maret, juga dilaporkan masuk dalam daftar target potensial jika terjadi serangan baru oleh AS.

Laporan-laporan ini muncul di tengah macetnya negosiasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz dan memudarnya prospek pembicaraan lanjutan antara Teheran dan Washington.

Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa tidak ada "pembicaraan atau komunikasi yang sedang berlangsung maupun yang dijadwalkan" dengan Teheran.

Para pejabat militer Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa pangkalan militer mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran dapat dianggap sebagai target.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada bulan Juni yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas, namun kesepakatan tersebut kemudian gagal di tengah saling tuduh mengenai pelanggaran dan kembali memanasnya permusuhan.

Upaya diplomatik sejak saat itu gagal menghasilkan terobosan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz ataupun dimulainya kembali negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas.

Topik Menarik