Serangan Cepat Selalu Gagal, Trump Fokus Strategi Mencekik Iran Perlahan-lahan
AS telah menangguhkan negosiasi dengan Iran dan berupaya untuk secara bertahap "mencekik" negara tersebut. Itu dilaporkan CNN pada hari Selasa, setelah pengebomannya di dekat Selat Hormuz gagal membuahkan hasil yang diharapkan.
AS secara mendadak menghentikan gelombang serangan terbarunya pada akhir bulan lalu di tengah laporan bahwa perang yang dilancarkan bersama Israel pada 28 Februari itu telah sangat menguras persediaan amunisi presisi dan rudal pencegatnya. Para petinggi militer AS juga dilaporkan telah memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa militer telah menghabiskan daftar targetnya di dekat Selat Hormuz.
Pejabat Gedung Putih dilaporkan memberi tahu sekutu politik mereka bahwa mereka sedang mengubah strategi, yang oleh sumber CNN digambarkan sebagai peralihan "dari 'menghantam Iran secepat mungkin' menjadi 'mencekik mereka' secara bertahap."
Menurut media tersebut, Trump menginstruksikan para negosiatornya—termasuk Wakil Presiden J.D. Vance serta utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner—untuk menghentikan pembicaraan dengan Teheran."Tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung, ataupun yang dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran," tulis Trump di Truth Social pada hari Selasa, seraya menambahkan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap "berlaku sepenuhnya."
Nota kesepahaman (MoU) tanggal 17 Juni, yang memberikan tenggat waktu 60 hari untuk menegosiasikan kesepakatan damai definitif antara AS dan Iran, berakhir pada hari Senin di tengah perbedaan pendapat kedua belah pihak mengenai penafsirannya.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pekan lalu mengecam apa yang disebutnya sebagai "diplomasi sandiwara," seraya menuduh AS mengeluarkan ultimatum yang tidak dapat diterima.
Ghalibaf menyatakan pada hari Selasa bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai AS mencabut blokadenya, melepas aset Iran yang dibekukan, dan menghapus sanksi. Iran menutup jalur perairan strategis tersebut—yang melayani sekitar seperempat perdagangan minyak dan LNG global melalui jalur laut—tak lama setelah AS dan Israel melancarkan kampanye pengeboman pada akhir Februari. Angkatan Laut AS menyatakan blokadenya sendiri pada bulan April dan sejak saat itu terus memandu kapal-kapal melewati rute-rute yang dianggap ilegal oleh Iran.






