Ada Intervensi Inggris dalam Serangan Ribuan Drone Ukraina ke Moskow

Ada Intervensi Inggris dalam Serangan Ribuan Drone Ukraina ke Moskow

Global | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:35
share

Inggris akan menghadapi konsekuensi jika terus memasok drone yang digunakan Ukraina untuk serangan jauh ke dalam wilayah Rusia. Ancaman itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Moskow menuduh Ukraina menargetkan infrastruktur sipil dan melancarkan serangan tanpa pandang bulu yang menewaskan warga sipil.

Menurut Sunday Times, drone buatan BAE Systems dan perusahaan Inggris lainnya yang tidak disebutkan namanya telah digunakan dalam berbagai serangan selama enam bulan terakhir, termasuk serangan terhadap kilang minyak di Volgograd (Rusia barat daya) dan Yaroslavl (timur laut Moskow).

UAV yang dilaporkan digunakan dalam serangan jarak jauh tersebut mencakup Nyan, drone bertenaga jet yang diproduksi oleh anak perusahaan BAE Systems.

Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan bahwa Inggris akan terus mendukung Ukraina "100."

"Kami bukan teman yang hanya ada saat situasi baik; kami akan hadir saat Ukraina membutuhkan, dan hal itu tidak akan berubah," ujarnya, sebagaimana dikutip BBC.

Dalam komentarnya pada hari Selasa, Lavrov mengatakan kepada jurnalis Rusia Pavel Zarubin: "Anda tahu, saya merasa kasihan pada Inggris jika mereka berniat untuk terus mendukung Ukraina hingga akhir."

"[Presiden Rusia Vladimir Putin] telah memperingatkan bahwa kami memiliki hak untuk bertindak di bagian mana pun dari lautan dunia jika ada pihak yang melanggar kepentingan atau aset kami. Demikian pula, kami sepenuhnya berhak menganggap keterlibatan langsung pasukan rudal Inggris—yang mereka umumkan dengan bangga—dalam serangan terhadap Rusia sebagai partisipasi dalam perang, beserta segala konsekuensi yang menyertainya," tambah Lavrov.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Kedutaan Besar Rusia di London menyebut Inggris sebagai "kaki tangan dan pelaku bersama dalam kejahatan berdarah serta serangan teroris" yang dilakukan oleh Ukraina. "Semakin dalam keterlibatannya dalam konflik dan semakin besar dukungannya terhadap mesin teroris Kiev, semakin tinggi pula harga yang harus dibayar," demikian pernyataan pihak kedutaan.

Ukraina telah meningkatkan serangan dalam beberapa bulan terakhir, dengan menyasar infrastruktur pelabuhan Rusia, fasilitas energi, serta gudang milik Wildberries—perusahaan yang setara dengan Amazon di negara tersebut. Dalam sejumlah kejadian, pesawat nirawak (drone) juga menghantam kawasan permukiman, termasuk gedung apartemen bertingkat dan rumah warga.

Serangan pekan lalu terhadap fasilitas industri dan sipil di Nizhnekamsk, Republik Tatarstan (Rusia), menewaskan 13 orang, sementara serangan terhadap gudang Wildberries di Kotovsk, Wilayah Tambov, pada 18 Juli mengakibatkan tujuh pekerja tewas.

Salah satu serangan paling mematikan yang dilancarkan Ukraina terhadap Rusia terjadi pada bulan Mei, ketika sebuah drone menghantam asrama perguruan tinggi di kota Starobelsk, wilayah Donbass, dan menewaskan 21 orang, yang sebagian besar adalah perempuan muda.

Topik Menarik