Para Pejabat AS Bahas Kemungkinan Serangan Nuklir terhadap Iran

Para Pejabat AS Bahas Kemungkinan Serangan Nuklir terhadap Iran

Global | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:07
share

Para pejabat di Washington diduga sedang membahas kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran seiring dengan terus memanasnya konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Klaim itu diungkap mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene.

Greene, yang pernah menjadi sekutu terkemuka gerakan MAGA, melontarkan tuduhan tersebut dalam unggahan di platform X pada hari Minggu.

Ia mengatakan isu ini telah dibahas dalam rapat-rapat strategi, namun tidak menyebutkan siapa saja pihak yang terlibat ataupun memberikan bukti.

"Mereka sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi," tulisnya. "Saya tidak sedang berspekulasi; saya tahu pasti. Dan itu adalah tindakan yang sangat jahat."

Greene mengklaim Washington sedang mempertimbangkan menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir, meskipun Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan kemenangan dalam konflik tersebut. Ia memperingatkan langkah semacam itu dapat memicu "holokaus nuklir" dan menyeret dunia ke dalam perang yang jauh lebih luas.

Gedung Putih belum memberikan konfirmasi secara terbuka mengenai adanya pembahasan semacam itu.

Greene semakin sering mengkritik Trump terkait perang AS-Israel melawan Iran, yang membuatnya berseberangan dengan gerakan politik yang sebelumnya sangat erat kaitannya dengan dirinya.

Peringatannya muncul di tengah laporan Washington sedang mempertimbangkan eskalasi lebih lanjut dalam konflik tersebut.

The Washington Post melaporkan bulan lalu bahwa AS sedang bersiap menghadapi perang yang lebih luas, sementara Pentagon dikabarkan telah mengkaji opsi operasi darat besar-besaran untuk merebut cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran.AS dan Israel melancarkan kampanye militer tanpa provokasi terhadap Iran pada akhir Februari, dengan menuduh Teheran berada di ambang pembuatan bom nuklir. Tuduhan itu dilontarkan meskipun badan intelijen AS dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ada bukti adanya program senjata nuklir Iran.

Iran membalas dengan serangan terhadap target-target Amerika dan Israel di seluruh kawasan tersebut, dan kemudian membatasi lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Washington dan Israel terus menuntut kebijakan "nol pengayaan" serta penghapusan seluruh cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran.

Teheran menolak tuntutan tersebut, dengan menegaskan program nuklirnya bersifat damai dan kegiatan pengayaan uranium merupakan hak berdaulat negara.

Pada saat yang sama, Iran memperingatkan mereka bisa saja mencapai tingkat pengayaan kelas senjata jika diserang kembali, meskipun mereka juga menyatakan belum ada keputusan untuk membuat bom nuklir.

Baca juga: Menlu Iran Tuding Israel Sabotase Kesepakatan Gencatan Senjata dengan AS

Topik Menarik