Kapal Perang AS Ngadat di Laut China Selatan, Listrik Padam dan Toilet Tak Bisa Disiram

Kapal Perang AS Ngadat di Laut China Selatan, Listrik Padam dan Toilet Tak Bisa Disiram

Global | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:59
share

Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menghabiskan waktu empat hari tanpa aliran listrik akibat gangguan teknis pada generatornya saat latihan tempur di Laut China Selatan bulan lalu. Ngadatnya listrik kapal tersebut membuat para awaknya tidak mendapatkan makanan hangat, toilet yang bisa disiram, dan pendingin ruangan (AC).

Seorang juru bicara Angkatan Laut mengatakan kepada CNN pada hari Senin (17/8/2026) bahwa kapal perang yang bermasalah itu adalah USS Benfold. Ia merupakan kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke.

Baca Juga: AS Kerahkan Kapal Induk George Washington ke Timur Tengah, Kekuatan Baru untuk Lawan Iran

Menurutnya, USS Benfold kehilangan kemampuan untuk bermanuver secara mandiri, serta kehilangan layanan dapur, toilet, AC, dan pasokan air minum. Saat insiden terjadi, suhu di Laut China Selatan rata-rata berkisar antara 32 hingga 37 derajat Celsius.

Kapal perang AS lainnya, kapal penjelajah berpeluru kendali USS Robert Smalls, menyediakan makanan hangat bagi para pelaut di atas kapal USS Benfold sebelum kapal itu ditarik ke Filipina untuk perbaikan. USS Benfold sekarang telah kembali bertugas.

Kapal USS Benfold biasanya berlayar sebagai bagian dari gugus tempur kapal induk USS George Washington. Saat kerusakan terjadi, gugus tersebut sedang melakukan latihan yang disebut "kebebasan navigasi" di wilayah itu—di mana kapal-kapal perang AS berlayar melintasi zona ekonomi eksklusif China sebagai bentuk perlawanan terhadap klaim maritim Beijing.USS George Washington kemudian diperintahkan untuk dikerahkan kembali ke Teluk Persia guna menggantikan USS Abraham Lincoln, yang awaknya telah berada di laut selama hampir sembilan bulan.

Kondisi di atas kapal Abraham Lincoln dilaporkan memburuk, di mana toilet tidak berfungsi, persediaan makanan menipis, dan sejumlah pelaut melakukan percobaan bunuh diri.

Sebuah foto yang beredar di media sosial pekan lalu memperlihatkan para pelaut yang frustrasi menulis pesan anti-Israel pada sayap pesawat di kapal Lincoln, termasuk tulisan seperti "jadilah goy yang penurut dan lakukan apa yang diperintahkan Israel". Ada juga tulisan berbunyi: "Cuck milik Bibi"—mengacu pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Pentagon sebelumnya telah menarik satu kapal induk—USS Gerald R. Ford—dari Teluk Persia setelah kapal tersebut mengalami serangkaian kerusakan teknis, termasuk kebakaran di ruang binatu dan meluapnya limbah kotoran manusia dari toilet. Kapal Ford, yang merupakan satu-satunya kapal di kelasnya sekaligus kapal induk paling canggih dalam armada Angkatan Laut AS, saat ini sedang menjalani perbaikan di Galangan Kapal Angkatan Laut Norfolk di Portsmouth, Virginia, dan diperkirakan tidak akan beroperasi selama sekitar satu tahun.

Topik Menarik