Komando Pusat Militer AS Terbitkan Peta Israel yang Memasukkan Gaza dan Tepi Barat
Pengguna X menyatakan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) menerbitkan peta Timur Tengah yang menampilkan Jalur Gaza Palestina dan Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari Israel.
Peta tersebut menyertai pernyataan CENTCOM mengenai kunjungan 10 hari Komandan Brad Cooper ke Timur Tengah, dan tangkapan layar yang diunggah secara daring memperlihatkan wilayah Israel mencakup Gaza serta Tepi Barat yang diduduki.
Pengguna media sosial segera menyoroti hal ini; salah satunya berkomentar, "Berani-beraninya kalian menampilkan Tepi Barat dan Gaza sebagai bagian dari Israel. Ini dilakukan dengan sengaja."
Media Rusia, Sputnik, turut berkomentar dengan menyebut CENTCOM "tampaknya kembali gagal dalam pelajaran geografi, karena mengunggah peta Timur Tengah yang menampilkan Jalur Gaza dan Tepi Barat sebagai wilayah Israel".
CENTCOM tampaknya telah merevisi peta tersebut. Saat Al Jazeera mengakses pernyataan itu, Tepi Barat yang diduduki ditampilkan terpisah dari Israel, meskipun Gaza tidak ditandai sebagai wilayah terpisah.Saat ini, Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 157 dari 193 negara anggota PBB.
Sementara itu, Liga Arab mengecam serangan berkelanjutan Israel terhadap Lebanon, dan menyebut serangan yang menewaskan 11 orang pada hari Sabtu itu sebagai "eskalasi berbahaya yang mengancam akan menggagalkan segala upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung".
Kebijakan dan praktik Israel, tambahnya, "secara terang-terangan mengungkap niat pihak pendudukan untuk memperpanjang konfrontasi, menghambat negosiasi, serta memaksakan realitas baru di lapangan yang sama sekali tidak dapat diterima dan ditolak".
Juru bicara tersebut juga memperingatkan bahwa konflik dapat meluas kecuali masyarakat internasional—khususnya Washington—menghentikan "mesin perang" Israel dan mendesaknya untuk mematuhi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.
Resolusi yang diadopsi pada tahun 2006 tersebut menyerukan penghentian total permusuhan antara Israel dan Hizbullah, serta pengakhiran segera atas semua serangan oleh Hizbullah dan semua operasi militer ofensif oleh Israel.
Pemerintah Lebanon dan Iran sebelumnya juga telah mengecam serangan hari Sabtu tersebut.






