201 Drone Ukraina Serbu Moskow, Rusia Bombardir Kyiv

201 Drone Ukraina Serbu Moskow, Rusia Bombardir Kyiv

Global | sindonews | Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:25
share

Setidaknya satu orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam rentetan serangan drone Ukraina yang menargetkan Moskow, menurut seorang pejabat setempat, sementara Rusia membombardir Kyiv dengan rudal balistik.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah menghancurkan 822 drone di seluruh negeri dalam semalam. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menulis di media sosial pada Minggu dini hari bahwa kota tersebut disasar oleh 600 drone dan "201 drone dihancurkan di wilayah Moskow".

Andrei Vorobyov, gubernur wilayah (oblast) Moskow, menulis di Telegram bahwa seorang pria berusia 83 tahun tewas ketika sebuah drone menghantam rumah pribadi.

Setidaknya lima orang tewas dalam serangan di wilayah Rostov, Rusia selatan, yang berbatasan dengan Ukraina, menurut otoritas setempat. Putar Video

Serangan pesawat nirawak (drone) ini terjadi setelah pihak berwenang Ukraina menyatakan pada Sabtu malam bahwa setidaknya satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan udara Rusia.

Seorang wanita tewas dan enam orang terluka dalam serangan rudal dan pesawat nirawak di Kryvyi Rih—kota asal Presiden Volodymyr Zelenskyy di Ukraina tengah—menurut keterangan gubernur wilayah tersebut.

Pejabat di ibu kota menyatakan bahwa Kyiv sedang "diserang rudal balistik" pada Sabtu malam; setidaknya satu orang terluka dan kebakaran terjadi di lokasi non-hunian di distrik Obolonskyi dan Holosiivskyi.

Analis pertahanan dan kebijakan luar negeri, Pavel Felgenhauer, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penargetan ibu kota mengindikasikan eskalasi perang. Ia mencatat bahwa Ukraina berhasil menembus pertahanan udara di wilayah Moskow, yang memiliki "sistem pertahanan antipesawat terbaik dan terpadat di seluruh Rusia". Serangan tersebut tidak menghantam pusat kota Moskow tetapi mencapai wilayah pinggiran ibu kota, tambahnya.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Nasional Rumania melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah jet F-18 Spanyol, yang sedang menjalankan misi patroli udara NATO di Rumania, telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak yang melanggar wilayah udara negara itu.Martin O’Donnell, juru bicara markas besar militer NATO, mengatakan bahwa aliansi tersebut siap untuk mempertahankan diri. “Rincian lebih lanjut mengenai insiden hari Minggu masih dalam penyelidikan, namun drone tersebut tampaknya berasal dari Rusia,” ujarnya.

Ini adalah drone keempat yang ditembak jatuh di Rumania tahun ini.

Kementerian Pertahanan menyatakan melalui media sosial bahwa drone tersebut berasal dari negara tetangga, Moldova.

“Sistem pengawasan Kementerian Pertahanan Nasional mendeteksi adanya target udara yang memasuki wilayah udara nasional dari arah Republik Moldova,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menteri Pertahanan Rumania, Radu Miruta, menyampaikan apresiasi kepada para pilot dan personel militer atas apa yang disebutnya sebagai “misi yang sukses”.Pada bulan Juli, sebuah jet tempur Rumania menembak jatuh drone yang diduga milik Rusia, dan pada bulan Mei, sebuah drone yang melenceng dari jalurnya melukai dua orang di kota Galati, Rumania, setelah menabrak sebuah bangunan.

Rumania memiliki perbatasan sepanjang 634 km (394 mil) dengan Ukraina dan telah berulang kali mendapati drone Rusia melanggar wilayah udaranya seiring dengan langkah Moskow meningkatkan kampanye pengeboman terhadap infrastruktur sipil dan militer Ukraina.

Rusia terus melancarkan serangan rudal dan drone yang hampir terjadi setiap hari di seluruh wilayah Ukraina sejak memulai invasi skala penuh pada awal tahun 2022, dan wilayah-wilayah yang jauh dari garis depan pertempuran pun kerap menjadi sasaran serangan.

Dampak perang juga telah meluas ke jalur pelayaran penting di kawasan tersebut, dengan adanya laporan mengenai penemuan ranjau dan drone laut tak berawak mengapung di Laut Hitam.

Jumlah korban sipil di Ukraina mencapai tingkat tertinggi sejak tahun 2022 pada bulan Juli ini, dengan sedikitnya 437 orang tewas dan 2.610 orang terluka, menurut Misi Pemantau Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ukraina semakin sering menyasar fasilitas militer, industri, dan logistik jauh di dalam wilayah Rusia, dengan alasan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan tanggapan terhadap pemboman berkelanjutan yang dilakukan Moskow terhadap kota-kota dan infrastruktur Ukraina.

Topik Menarik