Militer Israel Terus Bom Seluruh Wilayah Lebanon Selatan, HRW Peringatkan Pasukan Penjaga Perdamaian

Militer Israel Terus Bom Seluruh Wilayah Lebanon Selatan, HRW Peringatkan Pasukan Penjaga Perdamaian

Global | sindonews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 14:36
share

Pasukan Israel terus melanjutkan operasi pengeboman dan penghancuran di sejumlah desa dan kota di Lebanon selatan. Kabar itu diungkap Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon.

NNA melaporkan pasukan Israel memicu ledakan besar di kawasan Mashaa al-Mansouri sekitar tengah malam waktu setempat, disertai dengan penjatuhan kontainer bahan peledak. Sementara itu, tembakan senapan mesin juga dilaporkan terjadi di pinggiran Majdal Zoun dan al-Mansouri serta di lembah-lembah sekitarnya.

Serangkaian ledakan besar juga dilaporkan terjadi di Beit Yahoun, Haddatha, dan Qounine. Suara ledakan tersebut terdengar hingga ke desa-desa pesisir.

Laporan tersebut menambahkan pesawat tempur dan pesawat nirawak (drone) Israel terus terbang di wilayah udara setempat.

NNA menyatakan ledakan-ledakan tersebut terjadi bersamaan dengan pergerakan dan upaya maju tank-tank Israel menuju Haddatha di distrik Bint Jbeil.Pesawat tempur Israel telah menargetkan lahan komunal di al-Mansouri, yang terletak di distrik Tyre, Lebanon selatan, demikian dilaporkan kantor berita nasional negara tersebut.

Kantor berita itu juga melaporkan adanya pergerakan militer Israel di kota Haddatha, distrik Bint Jbeil, yang disertai dengan tembakan senapan mesin ke arah kota tersebut serta jatuhnya peluru artileri di lokasi yang sama.

Human Rights Watch (HRW) mendesak Dewan Keamanan PBB memastikan keberadaan pasukan internasional di Lebanon selatan guna melindungi warga sipil dan mencegah pelanggaran oleh militer Israel maupun Hizbullah.

Dewan Keamanan PBB memutuskan pada Agustus 2025 untuk memperpanjang mandat UNIFIL untuk terakhir kalinya hingga akhir tahun 2026, saat penarikan pasukan secara bertahap dijadwalkan dimulai.

HRW menyatakan keputusan tersebut diambil sebelum terjadinya eskalasi terkini antara Israel dan Hizbullah serta pengungsian ratusan ribu warga sipil."Menghentikan operasi UNIFIL tanpa adanya pasukan internasional yang tangguh di lapangan sama saja dengan membiarkan jutaan warga sipil Lebanon menghadapi nasib yang tidak pasti dan berpotensi membawa bencana," ujar Louis Charbonneau, Direktur PBB di HRW.

HRW menyerukan agar mandat UNIFIL diperpanjang melampaui tanggal 31 Desember 2026, sampai situasi keamanan membaik secara memadai untuk mempertimbangkan pengurangan jumlah pasukan.

Baca juga: Militer Iran Pulih Sangat Cepat usai Perang, IDF dan Mossad Terkejut

Topik Menarik