China dan Indonesia akan Gelar Latihan Militer Gabungan di Timur Taiwan, Taipei Murka

China dan Indonesia akan Gelar Latihan Militer Gabungan di Timur Taiwan, Taipei Murka

Global | sindonews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:57
share

Angkatan Laut China dan Indonesia akan menggelar latihan bersama di perairan sensitif di sebelah timur Taiwan bulan ini. Kabar itu disampaikan Kementerian Pertahanan China pada hari Selasa (11/8/2026).

Wilayah latihan tersebut merupakan area di mana Beijing berupaya menegaskan klaim kedaulatannya.

China memandang Taiwan—yang memiliki pemerintahan demokratis—sebagai wilayahnya sendiri, dan pada bulan Juni mulai melakukan patroli penjaga pantai di lepas pantai timur pulau tersebut. Aksi China memicu kemarahan di Taipei serta kekhawatiran di Washington dan sejumlah ibu kota negara Barat lainnya.

Dalam pernyataan singkat, Kementerian Pertahanan China menyebutkan pada pertengahan Agustus, satu kapal perang Angkatan Laut China akan melaksanakan "latihan navigasi" bersama dengan kapal Angkatan Laut Indonesia di perairan sebelah timur Taiwan, meskipun lokasi persisnya tidak disebutkan.

"Latihan ini akan berfokus pada latihan komunikasi dan pengisian perbekalan di laut, dengan tujuan meningkatkan kemampuan operasional gabungan kedua angkatan laut, memperdalam kerja sama praktis, serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan," tambah pernyataan tersebut.

Baik Kementerian Pertahanan Taiwan maupun Angkatan Laut Indonesia tidak segera menanggapi permintaan komentar dari kantor berita Reuters.China tidak mengakui klaim kedaulatan pemerintah Taiwan, dan militernya beroperasi di sekitar pulau tersebut hampir setiap hari.

Taiwan mengecam rencana latihan Angkatan Laut China bersama Indonesia di sebelah timur pulau itu sebagai tindakan 'berbahaya'.

Taipei menyatakan Beijing berupaya menciptakan kesan keliru bagi masyarakat internasional seolah-olah mereka menguasai perairan tersebut.

Kementerian Pertahanan China pada hari Selasa menyatakan bahwa latihan tersebut—yang akan berlangsung pada pertengahan Agustus di lokasi sebelah timur Taiwan yang tidak dirinci secara spesifik—merupakan "latihan navigasi" bersama kapal Angkatan Laut Indonesia.

Langkah ini tergolong sangat tidak lazim mengingat China umumnya tidak mengadakan latihan bersama militer asing di dekat Taiwan.

Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Indonesia tidak menanggapi permintaan komentar saat dikonfirmasi oleh kantor berita Reuters.Pada Selasa malam, Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council) Taiwan—lembaga yang merumuskan kebijakan terkait China —menyatakan latihan tersebut merupakan "provokasi militer" dan mendesak Beijing untuk "segera menghentikan tindakan berbahaya yang merusak status quo ini."

Menyusul serangkaian tindakan China baru-baru ini, termasuk apa yang disebut sebagai "patroli penegakan hukum rutin" di sebelah timur Taiwan, Beijing kini berupaya menggelar latihan militer bersama "negara-negara terkait" di perairan sebelah timur Taiwan, demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Pada kenyataannya, ini adalah manipulasi politik—'latihan hanya sebatas nama, namun pada praktiknya merupakan perluasan wilayah'—yang bertujuan menciptakan kesan keliru di mata komunitas internasional bahwa pihak komunis China memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan," tambahnya.

Saat menjawab pertanyaan anggota parlemen di Taipei pada hari Rabu, Wu Tien-jen—asisten wakil kepala staf umum bidang intelijen—menyatakan kapal perang Indonesia yang disebut China akan berpartisipasi sebenarnya sedang dalam perjalanan pulang dari Jepang, bukan datang secara khusus untuk berlatih bersama angkatan laut China.

Kapal tersebut berada sekitar 70 hingga 80 mil laut di sebelah timur Taiwan, di wilayah Samudra Pasifik, tambahnya."Secara militer, hal ini tidak berdampak langsung terhadap Taiwan," ujarnya. "Namun, hal ini memiliki signifikansi geopolitik."

Kementerian Luar Negeri Taiwan secara terpisah menyatakan telah meminta "klarifikasi" dari Indonesia mengenai partisipasinya dalam latihan tersebut.

Taiwan Gelar Latihan Perang Tahunan

Taiwan saat ini sedang melaksanakan latihan perang tahunan Han Kuang, yang mensimulasikan upaya untuk memukul mundur serangan China.

Pengumuman dari China ini muncul bersamaan dengan pertemuan antara Wakil Menteri Pertahanan AS bidang Kebijakan, Elbridge Colby, dan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, di kantor Sjafrie di Jakarta pada hari Selasa.Sjafrie menyampaikan kepada Colby bahwa perluasan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tidak ditujukan untuk mendirikan pangkalan militer AS di Indonesia, demikian pernyataan yang dikutip dari kantornya.

China tidak mengakui klaim kedaulatan pemerintah Taiwan, dan militernya beroperasi di sekitar pulau tersebut hampir setiap hari.

Seperti kebanyakan negara, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, namun pulau tersebut menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 300.000 pekerja migran Indonesia.

Pemerintah Taiwan menegaskan hanya rakyat Taiwan yang dapat menentukan masa depan mereka sendiri, serta berulang kali mengecam tekanan militer dari China.

Baca juga: Pasukan AS Tembaki Kapal Berbendera Panama yang Coba Terobos Blokade Iran

Topik Menarik