Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan situasi terkait Iran "berjalan lancar". Dia mengklaim pasukan AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz.
"Situasi dengan Iran berjalan lancar—benar-benar lancar. Kami memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Kami yang mengendalikannya; bukan pihak lain, hanya kami. Angkatan laut kami luar biasa, dan segala sesuatunya berjalan sangat baik bagi negara kami," ujar Trump kepada para wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews.
"Saya tidak memercayai Iran. Saya adalah orang terakhir yang akan memercayai Iran; mereka terus-menerus membohongi saya. Saat ini kami memegang kendali penuh atas Selat Hormuz; mereka tidak memegang kendali," tambahnya.
Amerika Serikat dan Iran telah saling mengajukan tuntutan baru dalam negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz, yang memunculkan keraguan baru mengenai prospek kesepakatan yang lebih luas untuk mengakhiri perang lima bulan di antara kedua negara.
Meskipun AS menyatakan terlibat dalam pembicaraan tersebut, Iran mengatakan pihaknya hanya berunding secara langsung dengan Oman—negara yang diajaknya untuk berbagi pengelolaan jalur air vital tersebut di masa depan.Jalur ini merupakan rute pengiriman bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang AS-Israel melawan Iran meletus pada akhir Februari.
Pada hari Senin, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menuntut kompensasi dari Iran atas kematian dan cedera yang terkait dengan berbagai konflik dan serangan selama beberapa dekade terakhir.
Pernyataan ini muncul setelah pekan lalu Iran mengajukan tuntutan baru terkait ganti rugi perang dan menegaskan tidak akan membuka kembali selat tersebut sampai Washington memenuhi syarat-syarat politik dan ekonominya.
Baca juga: Pasukan AS Tembaki Kapal Berbendera Panama yang Coba Terobos Blokade Iran






