Marina Mamonova, Perempuan Mengaku Tuhan yang Ingin Ukraina Jadi Panggung Kiamat

Marina Mamonova, Perempuan Mengaku Tuhan yang Ingin Ukraina Jadi Panggung Kiamat

Global | sindonews | Senin, 10 Agustus 2026 - 10:23
share

Marina Mamonova nama perempuan Ukraina ini. Sosoknya mengguncang publik dunia pada awal 1990-an—tahun awal Ukraina merdeka dari Uni Soviet—karena mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan.

Itu terjadi setelah Marina mengalami apa yang dia klaim sebagai kematian klinis. Dia terbangun dari peristiwa itu, dan kalimat pertama yang keluar dari mulutnya: “Saya adalah Mesias!”

Baca Juga: Unit Rudal Korut Mulai Dikerahkan ke Rusia untuk Perang Melawan Ukraina

Kalimat itu menjadi titik balik kehidupan seorang perempuan yang sebelumnya menjalani kehidupan layaknya warga Soviet pada umumnya. Dia pernah menjadi jurnalis, aktif di organisasi pemuda komunis Komsomol, bergabung dengan Partai Komunis Uni Soviet, dan menjadi anggota Persatuan Jurnalis.

Namun, hanya dalam beberapa tahun, Marina berubah menjadi sosok yang mengaku memiliki "hakikat ilahi".

Dia kemudian dikenal sebagai Maria Devi Khristos, pemimpin White Brotherhood—sebuah gerakan sektarian yang pada awal 1990-an mengguncang Ukraina dan sejumlah wilayah bekas Uni Soviet.

Kisah Marina bukan hanya tentang seorang perempuan yang mengaku sebagai Tuhan. Ini adalah kisah tentang sebuah zaman ketika sebuah imperium runtuh, jutaan orang kehilangan pegangan, dan kekosongan spiritual membuka ruang bagi berbagai sekte serta gerakan keagamaan baru.

Awalnya Seorang Jurnalis Soviet

Marina Mamonova lahir di Donetsk pada 1960. Dia menempuh pendidikan di Institut Politeknik Kyiv dan kemudian bekerja sebagai jurnalis. Kariernya juga membawanya ke komite distrik Komsomol serta sebuah stasiun radio milik perusahaan di Donetsk.

Dia menikah dan menggunakan nama keluarga suaminya, Tsvigun. Dari pernikahan itu lahir seorang anak laki-laki bernama Vitaly.

Tidak ada yang menunjukkan bahwa perempuan ini kelak akan menjadi pemimpin salah satu sekte paling terkenal di kawasan pasca-Soviet.

Perubahan besar terjadi pada 1990. Menurut berbagai laporan media lokal, Tsvigun telah menjalani beberapa kali aborsi. Dalam salah satu prosedur tersebut—yang dalam sejumlah sumber disebut sebagai aborsi ketujuh atau kesepuluh—dia dikabarkan mengalami kematian klinis.

Bagi dunia medis, pengalaman tersebut merupakan kondisi ketika fungsi vital tubuh berhenti sementara dan kemudian kembali.

Namun, Marina memberikan makna yang sama sekali berbeda. Dia mengeklaim bahwa jiwanya meninggalkan tubuh, naik ke surga, dan menerima “jiwa ilahi”.

Menurut versinya, setelah tiga setengah jam, “Jiwa Sang Bunda Dunia” kembali ke tubuhnya.

Ketika sadar, dia mengucapkan kalimat yang kemudian mengubah seluruh hidupnya: “Saya adalah Mesias!”

Bertemu Sang “Guru”

Perubahan Marina tidak terjadi sendirian. Di balik kelahiran White Brotherhood terdapat seorang pria bernama Yuri Krivonogov.

Krivonogov lahir di wilayah Voronezh pada 1945. Dia kemudian pindah ke Ukraina dan memperoleh gelar doktor di bidang teknologi di Kharkiv.

Menurut Alexander Dvorkin, peneliti Rusia yang lama mempelajari sektarianisme, Krivonogov pernah bekerja di Institut Neurologi dan Psikiatri Kyiv.

Namun, dia kemudian meninggalkan dunia ilmiah dan beralih menjadi pengkhotbah serta misionaris.Dia sempat berhubungan dengan kelompok Hare Krishna sebelum akhirnya mendirikan Institut Jiwa Atma.

Lembaga tersebut menerbitkan berbagai literatur tentang Weda, bioenergi manusia, yoga tingkat lanjut hingga pesan-pesan dari luar angkasa.

Krivonogov berkeliling Ukraina memberikan ceramah. Dalam salah satu ceramah itulah dia bertemu Marina.

Marina menyerahkan sebuah catatan kepadanya. Isinya merupakan pengakuan bahwa dirinya telah mengalami reinkarnasi dan menjadi “Tuhan yang hidup”.

Pertemuan itu kemudian berkembang menjadi hubungan yang jauh lebih besar. Keduanya menikah.

Marina meninggalkan suami dan anaknya. Dia kemudian menjadi tokoh utama gerakan yang kelak dikenal sebagai White Brotherhood.

Marina memilih nama baru: Maria Devi Khristos. Krivonogov menggunakan nama John Swami. Kemudian muncul tokoh ketiga, Vitaly Kovalchuk, yang menggunakan nama John Peter II. Sebuah gerakan baru pun terbentuk.

Menciptakan Dunia Baru

White Brotherhood berkembang pada masa yang sangat kacau. Uni Soviet telah runtuh.

Sistem politik lama ambruk. Ekonomi mengalami guncangan. Masyarakat yang selama puluhan tahun hidup dalam sistem negara ateistik tiba-tiba berhadapan dengan kebebasan beragama dan membanjirnya berbagai ide spiritual.

Bagi banyak orang, situasi itu menciptakan kekosongan. White Brotherhood muncul menawarkan jawaban.

Mereka berbicara tentang keselamatan, kiamat, transformasi dunia dan kedatangan sebuah zaman baru.

Menurut ajaran mereka, terdapat energi bernama “fohata”, energi Tuhan yang hidup yang diyakini mampu memenuhi orang beriman sekaligus menghancurkan energi jahat.

Para pengikut Maria Devi Khristos diyakini akan diselamatkan. Yang lain akan binasa.

Setelah Hari Penghakiman, kata mereka, akan datang Zaman Keemasan. Namun, hanya 144.000 orang yang akan memasukinya. Mereka disebut kaum Yusmalian.

Pesan yang disebarkan White Brotherhood juga berisi peringatan mengerikan tentang penderitaan, pemenggalan dan darah yang dianggap diperlukan untuk transformasi bumi. Bagi sebagian pengikut, dunia lama harus berakhir sebelum dunia baru dapat lahir.

Memburu Pengikut

White Brotherhood berkembang cepat. Jumlah anggotanya sulit dipastikan. Departemen Misionaris Gereja Ortodoks Rusia memperkirakan kelompok tersebut memiliki sekitar 3.200 anggota hanya di Ukraina.

Para pengikut merekrut anggota baru melalui berbagai tempat, termasuk sekolah seni bela diri, pusat yoga dan komunitas spiritual.Mantan anggota bernama Sergei Ovchinnikov pernah menceritakan bagaimana dia direkrut.

Orang-orang berjubah putih mendekatinya di jalan. Mereka membagikan selebaran dan meminta sumbangan.

Sergei kemudian ditawari pekerjaan dan diajak bertemu Marina. Di sana dia mendengar tentang Hari Penghakiman yang akan segera tiba.

Dia diberitahu bahwa untuk memperoleh keselamatan, seseorang harus bertobat, meninggalkan teman dan keluarga, lalu mengabdikan seluruh kehidupannya kepada persaudaraan.

Sergei juga mengaku mengalami hipnosis. Dalam ritual penerimaan anggota, seorang anggota senior dapat meletakkan tangan di dahi calon anggota, menatap matanya, membisikkan kata-kata tertentu, lalu memercikkan air.

Bagi mereka, itu bukan sekadar organisasi. Itu adalah jalan menuju keselamatan.

Hari Ketika Kyiv Jadi Panggung Kiamat

Puncak perjalanan White Brotherhood terjadi di Kyiv pada November 1993. Pada 10 November, Maria Tsvigun, Yuri Krivonogov dan puluhan pengikut mereka berkumpul di sekitar Katedral Saint Sophia.

Mereka masuk ke dalam katedral dengan menyamar sebagai wisatawan. Kemudian mereka menuju altar. Alarm keamanan dimatikan. Kabel telepon diputus.

Di luar, ratusan pengikut mulai berdatangan. Rencana yang disiapkan kelompok tersebut terdengar seperti adegan film kiamat. Maria akan dikorbankan.

Para pengikut akan menyiram tubuh mereka dengan bensin dan melakukan ritual bakar diri. Tiga hari kemudian, Maria diyakini akan bangkit dari kematian dan menghakimi dunia.

Namun, Hari Penghakiman yang mereka nantikan tidak pernah terjadi. Polisi Ukraina telah mengetahui rencana tersebut. Pasukan keamanan bergerak.

Ketika polisi mencoba memasuki katedral, mereka diserang dengan alat pemadam kebakaran. Pasukan khusus Berkut kemudian tiba. Bentrok terjadi. Penangkapan massal dilakukan.

Sebanyak 616 orang ditahan, meski sebagian besar kemudian dibebaskan. Para pemimpin White Brotherhood ditangkap.

Dunia yang mereka janjikan akan berakhir ternyata tidak berakhir. Sebaliknya, yang dimulai adalah proses pengadilan.

Bukan Hari Penghakiman, Melainkan Pengadilan

Penyelidikan berlangsung bertahun-tahun. Pada 1996, para pemimpin sekte akhirnya dijatuhi hukuman.

Marina Tsvigun dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas sejumlah tindak pidana, termasuk terkait perebutan bangunan negara atau publik, tindakan yang membahayakan kesehatan warga dengan kedok ritual keagamaan, serta sengaja menyebabkan luka fisik.

Vitaly Kovalchuk dihukum enam tahun penjara. Yuri Krivonogov menerima hukuman tujuh tahun penjara. Penyelidikan juga mengungkap struktur organisasi White Brotherhood.Kelompok tersebut memiliki hierarki ketat. Anggota dibagi ke dalam kelompok berisi lima orang. Setiap kelompok memiliki seorang anggota senior yang melaporkan aktivitas anggota lainnya kepada Tsvigun dan Krivonogov.

Namun, setelah ditangkap, Marina tetap tidak mengakui otoritas pengadilan. Dia menolak bekerja sama dengan penyidik.

Dia tetap menggunakan nama Maria Devi Khristos dalam dokumen pemeriksaan. Para penyidik disebutnya sebagai antikristus. Dia bahkan mengancam mereka dengan hukuman dari surga.

Sementara itu, Krivonogov mengambil sikap berbeda. Dia mendorong Marina untuk bekerja sama dengan penyelidikan.

Dalam sebuah pertemuan, dia bahkan berlutut dan meminta maaf. Krivonogov mengatakan Marina adalah pemimpin White Brotherhood dan menyebut dirinya hanya orang nomor dua.

Namun, penyelidikan justru menunjukkan bahwa dialah yang memainkan peran besar dalam mengendalikan organisasi tersebut.

Marina pada akhirnya bebas pada 1997. Krivonogov menyusul pada 2000.

Tetapi kebebasan tidak berarti berakhirnya kisah White Brotherhood. Sejumlah anggota masih mempertahankan gerakan tersebut.

Pada akhir 1998, sepuluh anggota bahkan mencoba mendaftarkan organisasi itu secara resmi ke Kementerian Kehakiman Ukraina. Permohonan tersebut ditolak.

Krivonogov memilih meninggalkan masa lalu. Dia mengatakan tidak ingin lagi terlibat dengan White Brotherhood dan ingin melupakannya.

Sedangkan Marina mengambil jalan berbeda. Putranya, Vitaly, kemudian menggambarkan bagaimana ibunya telah berubah.

Menurut Vitaly, Krivonogov membawa Marina meninggalkan keluarga melalui hipnosis dan menghancurkan keluarganya.

Bahkan ketika Krivonogov keluar dari penjara, Vitaly mengaku meludah ke wajahnya. Vitaly juga mengatakan bahwa ibunya merasa dirinya bukan lagi milik dirinya sendiri.

Marina kembali menjalankan aktivitas spiritualnya. Pada 2006, dia pindah ke Moskow, Rusia.

Di kota itu, dia menggunakan nama baru: Victoria Preobrazhenskaya. Dia menulis puisi, membuat musik dan menyampaikan berbagai pesan kepada publik.

Pada 2011, Marina diwawancarai surat kabar Komsomolskaya Pravda. Dia mengatakan bangga karena merasa telah memprediksi berbagai fenomena yang kemudian terjadi: globalisasi, pemerintahan dunia, microchip manusia, serta keruntuhan dunia.

Bagi para pengikutnya, Marina bukan sekadar perempuan biasa. Dia menyebut dirinya sebagai “ibu” bagi murid-muridnya dan “cahaya dalam kegelapan” bagi para pengikutnya.Dia juga mengatakan bahwa gagasan yang disampaikannya berasal dari “Roh Kudus”.

Klaim tentang hubungan dengan dunia spiritual tersebut kemudian menjadi bagian penting dari identitas barunya.

Marina Tsvigun tidak benar-benar menghilang. Dia terus menjalankan aktivitasnya melalui organisasi bernama YUSMALOS.

Nama tersebut merupakan singkatan yang dalam bahasa Rusia dibentuk dari nama Jupiter, Saturnus, Mars, Bulan, Orion dan Sirius. Ajarannya memiliki sepuluh postulat.

Beberapa di antaranya berbicara tentang mencintai Bunda Cahaya, mencintai umat manusia, tidak mencuri dari manusia maupun alam, mengampuni orang yang membenci, serta berbuat baik kepada dunia.

Di permukaan, sejumlah ajaran tersebut terdengar seperti pesan moral universal. Namun, pusat spiritualitasnya tetap berada pada sosok Maria Tsvigun sendiri.

Dia bukan sekadar pengajar. Dia adalah figur utama dalam sistem kepercayaan tersebut. Marina juga tidak berhenti pada isu spiritual.

Dia mengomentari politik, perang, vaksinasi, digitalisasi, microchip, antikristus, globalisasi dan pemerintahan dunia. Dalam sejumlah tulisannya, dia bahkan berbicara mengenai “pemerintahan dunia rahasia”.

Dia menyebut Klaus Schwab sebagai salah satu ideolog pemerintahan tersebut dan mengaitkan berbagai teori konspirasi dengan masa depan umat manusia.

Ada pula tulisannya mengenai makhluk humanoid reptil. Bagi banyak orang, gagasan tersebut terdengar absurd.

Di media sosial, kisah mengenai perang antara bangsa Rus kuno dan makhluk reptil bahkan berkembang menjadi bahan meme.

Namun, bagi Marina dan para pengikutnya, pesan-pesan tersebut bukan sekadar lelucon.

Seberapa besar pengikutnya? Tidak ada angka pasti mengenai berapa banyak orang yang masih menganggap Maria Devi Khristos sebagai sosok ilahi.

Begitu pula sulit diketahui berapa banyak orang yang mengikuti Victoria Preobrazhenskaya sebagai figur spiritual.

Menurut laporan Russia Today, Senin (10/8/2026), kanal Telegram miliknya memiliki sekitar 600 pelanggan. Di YouTube, jumlah pelanggannya mendekati 15.000.

Organisasi tersebut juga hadir di berbagai platform media sosial dan memproduksi ratusan video khotbah.

Angkanya memang jauh lebih kecil dibandingkan masa kejayaan White Brotherhood pada awal 1990-an. Tetapi gagasannya belum sepenuhnya mati.

Topik Menarik