Zelensky Sebut 50.000 Tentara Korut Siap Perang Bela Rusia, Ukraina Minta Bantuan Korsel
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim sebanyak 50.000 tentara Korea Utara (Korut) akan dikerahkan untuk berperang membela Rusia. Untuk itu, dia meminta Korea Selatan (Korsel) untuk memberikan dukungan bagi pertahanan udara Ukraina.
"Telah diputuskan untuk mengerahkan 30.000 hingga 50.000 tentara Korea Utara di wilayah Rusia," tulis Zelensky di X. Angka itu lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebanyak 30.000 tentara Korut pada bulan Juli. Dia tidak merinci bagaimana dia memperoleh informasi tersebut.
Baca Juga: Unit Rudal Korut Mulai Dikerahkan ke Rusia untuk Perang Melawan Ukraina
Zelensky mengatakan bahwa Kyiv telah menemukan sejumlah rudal Korut di wilayah Ukraina, namun tidak mengungkapkan lokasinya.
"Sangat jelas bahwa Korea Utara akan terus membangun pengalaman dalam peperangan modern, memperoleh lisensi dari Rusia, serta menerima berbagai jenis peralatan militer dari mereka," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2026).Seraya mendesak Seoul untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Kyiv, Zelensky mengatakan, "Ukraina sangat berharap mendapatkan dukungan dari Korea Selatan di bidang yang saat ini kami kekurangan," merujuk pada sistem pertahanan udara."Kami siap menindaklanjuti kesepakatan terkait drone dan bidang-bidang lainnya," katanya, seraya menambahkan bahwa para diplomat Ukraina sedang menjalin komunikasi dengan Seoul untuk mendorong potensi kesepakatan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif saat kunjungan Putin ke Pyongyang pada bulan Juni 2024. Pakta tersebut mencakup ketentuan saling membantu jika salah satu negara menghadapi agresi dari pihak luar.
Korea Utara menyebut pengerahan pasukan tersebut sebagai bentuk bantuan kepada mitra perjanjiannya.
Ukraina melaporkan bahwa mereka tidak mampu mempertahankan diri dari rentetan serangan rudal balistik Rusia baru-baru ini. Menurut para analis, hal ini berkaitan dengan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sejauh ini pada tahun 2024, Korea Utara diperkirakan telah mengirimkan 14.000 tentara ke wilayah Kursk, Rusia, untuk membantu Moskow memukul mundur serangan besar-besaran pasukan Ukraina di wilayah tersebut.Bulan ini, seorang pejabat intelijen militer Ukraina menyatakan bahwa sebuah unit rudal Korea Utara telah mulai dikerahkan ke wilayah Rusia bagian barat dan kemungkinan dilengkapi dengan 120 rudal balistik serta enam peluncur untuk melancarkan serangan terhadap Ukraina.
Ukraina sangat kekurangan sistem pertahanan udara canggih, dan Rusia berupaya memanfaatkan situasi ini dengan menggunakan lebih banyak rudal balistik, yang dikenal sangat sulit untuk ditembak jatuh.
Menurut penilaian pihak Ukraina maupun pihak independen, Korea Utara telah memasok jutaan peluru artileri dan mortir, rudal balistik, artileri jarak jauh, serta sistem peluncur roket ganda kepada Rusia.






