Pentagon Melarang Laporan Penting soal Jet Tempur Siluman F-35 AS Dipublikasikan, Ada Apa?

Pentagon Melarang Laporan Penting soal Jet Tempur Siluman F-35 AS Dipublikasikan, Ada Apa?

Global | sindonews | Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:52
share

Pentagon telah melarang laporan penting mengenai produksi jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) untuk dipublikasikan. Tindakan sensor ini diungkap sumber internal di Government Accountability Office (GAO) AS kepada lembaga penyiaran publik Swiss, RTS.

Seorang pakar yang diwawancarai oleh RTS meyakini bahwa langkah ini merupakan upaya menutupi masalah dalam modernisasi pesawat siluman yang juga dipesan oleh Swiss tersebut.

Baca Juga: Singapura Sudah Beli F-35 dan Kini Lirik Jet Tempur Generasi Ke-6, Bagaimana dengan Indonesia?

Ini adalah kali pertama laporan GAO mengenai F-35 dilarang untuk dipublikasikan di AS, ujar pakar penerbangan Bill Sweetman kepada RTS. Dokumen tersebut menguraikan tantangan utama produksi dan modernisasi pesawat siluman itu untuk tahun fiskal 2025.

"Diputuskan bahwa laporan tersebut tidak dapat dipublikasikan," demikian konfirmasi sumber di GAO kepada unit investigasi RTS, Sabtu (8/8/2026).

Menurut sumber GAO lainnya, Pentagon mengategorikan dokumen tersebut sebagai "informasi tidak rahasia yang tunduk pada pengendalian (controlled unclassified information atau CUI)". Pentagon atau Departemen Perang AS memberikan penjelasan atas tindakan ini kepada RTS melalui departemen komunikasi program terkait, yaitu F-35 Lightning II Joint Program Office.

"Selama tinjauan keamanan yang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi tahunan program F-35, pejabat departemen memutuskan bahwa kompilasi indikator kinerja teknis, data kesiapan operasional, dan informasi kepemilikan dari subkontraktor memenuhi kriteria yang mendefinisikan 'informasi tidak rahasia yang dikendalikan (CUI)'. Penggabungan data ini menimbulkan risiko terhadap keamanan operasional," bunyi penjelasan tersebut.

Sweetman, mantan eksekutif di perusahaan pertahanan AS; Northrop Grumman, yang merupakan mitra dalam program F-35, meyakini bahwa ini adalah upaya menutup-nutupi fakta.

"Menurut saya, jika laporan ini dipublikasikan, kita sebenarnya akan melihat bahwa semua jadwal telah diundur. Tanggal penyelesaian untuk banyak proyek produksi F-35 telah diubah dan ditunda. Hal ini jelas menunjukkan bahwa program tersebut sedang mengalami kesulitan yang sangat serius," ujarnya.

F-35 menghadapi tantangan modernisasi yang terutama berkaitan dengan perangkat keras komputer internalnya. Selain itu, sistem propulsi dan pendinginnya juga menghadirkan berbagai tantangan logistik, karena pesawat ini cenderung mengalami panas berlebih atau overheat.Kombinasi dari berbagai faktor tersebut serta kelangkaan suku cadang yang kronis telah menghalangi pesawat ini untuk menjalankan sebagian besar misinya. Pada tahun 2021, ketika pemerintah Swiss memutuskan untuk memilih F-35A sebagai jet tempur baru Swiss, AS menjanjikan pesawat yang mampu beroperasi 67 dari waktu yang tersedia. Ambang batas ini kini telah diturunkan menjadi 44, menurut Kantor Audit Federal (FAO) AS.

"Selama bertahun-tahun, gagasan serta landasan utama program ini adalah bahwa seiring berjalannya waktu, kinerja akan meningkat, masalah akan teratasi, kerusakan akan lebih jarang terjadi, atau perbaikan akan lebih cepat. Namun, kenyataannya tidak demikian. Laporan terbaru GAO menunjukkan perlunya membeli lebih banyak suku cadang, menerima tingkat ketersediaan yang lebih rendah, dan secara umum, berinvestasi lebih besar dalam dukungan pesawat," papar Sweetman.

Crédric Aufranc, kepala operasional armada F-35 di Angkatan Udara Swiss, tidak sependapat dengan kekhawatiran tersebut. "Kami tidak khawatir karena kami menyesuaikan jumlah suku cadang untuk operasi rutin, guna memastikan kami dapat melaksanakan operasi yang kami butuhkan," ujarnya kepada RTS.

"Selain itu, kami telah memesan paket suku cadang tambahan secara khusus agar tetap dapat mengoperasikan pesawat meskipun kami tidak lagi mendapatkan dukungan dari pihak pabrikan," imbuh dia.

Perakitan pesawat F-35 yang ditujukan untuk Swiss telah dimulai di AS pada musim semi ini. Berdasarkan program yang telah diumumkan, unit-unit pertama diperkirakan akan tiba di Swiss pada tahun 2028.

Topik Menarik