Menlu Iran Seru Negara-negara Muslim Hanya Mengandalkan Diri Sendiri
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan kepada negara-negara Muslim untuk mengandalkan diri sendiri dan memperkuat solidaritas kawasan. Ia menyatakan persatuan di antara negara-negara kawasan merupakan cara terbaik untuk menghadapi ancaman eksternal.
Dalam unggahan di X, Araghchi mengatakan angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan "kesiapan, kemampuan, dan kekuatan" mereka dalam menghadapi "militer paling mahal di dunia."
"Ketika umat Muslim bersatu, kita dapat menghadapi setiap tantangan dari pihak luar yang berniat jahat secara langsung," ujarnya. "Sudah saatnya kita hanya mengandalkan diri sendiri dan merangkul persaudaraan sejati."
Pernyataan Araghchi ini muncul di tengah upaya para pejabat Iran yang semakin gencar mempromosikan pengaturan keamanan kawasan yang dipimpin oleh negara-negara di kawasan itu sendiri, alih-alih oleh kekuatan asing.
Sebelumnya pada hari Jumat, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengatakan negara-negara Teluk semakin berpandangan bahwa keamanan kawasan harus dipastikan oleh negara-negara di kawasan itu sendiri.Gharibabadi menyebutkan para pemimpin Teluk telah menunjukkan kemauan politik untuk memulai proses dialog kawasan yang baru—termasuk melalui usulan pertemuan para menteri luar negeri Teluk—dan proses tersebut dapat berlanjut jika perdamaian serta stabilitas kembali tercipta di kawasan itu.
Ketegangan kawasan meningkat pada 28 Februari, ketika Israel dan AS melancarkan serangan terkoordinasi terhadap infrastruktur militer, nuklir, dan energi Iran.
Teheran merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap target-target Israel dan AS di seluruh kawasan.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, yang mengakhiri permusuhan aktif dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir. Namun, pembicaraan tersebut kemudian terhenti akibat perselisihan mengenai keamanan maritim dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Sementara itu, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada hari Jumat di Mekkah, yang menyatakan, "Setiap serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya."
Baca juga: Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran







