Galang Aliansi Pertahanan Maritim untuk Bab al-Mandab, Arab Saudi Gelar Pertemuan Internasional

Galang Aliansi Pertahanan Maritim untuk Bab al-Mandab, Arab Saudi Gelar Pertemuan Internasional

Global | sindonews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 22:30
share

Arab Saudi menyelenggarakan pertemuan internasional di Riyadh untuk menyelesaikan pembentukan aliansi pertahanan maritim multinasional yang bertujuan melindungi kebebasan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Langkah itu dilakukan seiring blokade yang dilakukan Houthi terhadap kapal-kapal Arab Saudi di wilayah itu.

Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan pertemuan tersebut dihadiri kepala staf dan perwakilan dari 43 negara, serta delegasi dari Uni Eropa untuk membahas cara-cara meningkatkan keamanan jalur maritim internasional dan menangkal ancaman terhadap navigasi dan perdagangan global.

Dikatakan, pertemuan tersebut membahas ancaman yang semakin meningkat terhadap keamanan maritim, termasuk keamanan kapal komersial, kapal tanker minyak, dan infrastruktur maritim.

Pertemuan tersebut juga mengeksplorasi cara-cara untuk memperkuat kerja sama pertahanan multilateral untuk melindungi rantai pasokan dan ekonomi global.

Para peserta juga membahas rancangan piagam aliansi, struktur organisasinya, pengaturan komando dan kendali, dan mekanisme operasional di masa mendatang, kata kementerian tersebut.“Ini bertujuan untuk membangun kerangka kerja kelembagaan yang efektif untuk kerja sama dalam menghadapi ancaman maritim bersama di wilayah termasuk Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah, dan Teluk Aden,” tambahnya.

Kementerian tersebut mengatakan para peserta mencapai kesepahaman tentang penyelesaian prosedur pembentukan, termasuk draf akhir piagam aliansi dan penyelesaian struktur organisasi dan pengaturan teknis yang diperlukan, membuka jalan bagi peluncuran aliansi dan dimulainya operasinya.

“Aliansi ini merupakan inisiatif pertahanan internasional yang terbuka untuk semua negara yang ingin bergabung, dan bertujuan melindungi kebebasan navigasi dan perdagangan global, serta meningkatkan keamanan dan stabilitas regional dan internasional dalam menghadapi ancaman yang menargetkan jalur maritim internasional,” papar kementerian itu.

Menurut pernyataan tersebut, 14 negara mengeluarkan pernyataan bersama pada akhir pertemuan “menyatakan dukungan mereka untuk aliansi tersebut, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, Mesir, Pakistan, Turki, Djibouti, Somalia, Bangladesh, Yaman, dan Komoro.”

“Pintu tetap terbuka bagi negara-negara lain untuk bergabung setelah menyelesaikan prosedur nasional mereka,” papar kementerian tersebut.Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ancaman terhadap pelayaran komersial di Laut Merah setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan apa yang mereka sebut sebagai blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli dan kemudian mengklaim serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Saudi.

Riyadh telah berjanji melindungi lalu lintas maritim dan menanggapi ancaman terhadap navigasi internasional.

Baca juga: Israel Tak akan Campur Tangan dalam Perlucutan Senjata Hamas

Topik Menarik